Potensi Eceng Gondok di Lombok Tengah untuk Kerajinan dan Pupuk Kompos

oleh -7 views
ilustrasi enceng gondok
Ilsutrasi Eceng Gondok - Foto : Istimewa

Panennews.com – Pemprov NTB melalui Dinas Perindustrian menangkap potensi peluang melimpahnya bahan baku eceng gondok di Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah. Tumbuhan air ini didorong dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk dijadikan hasil kerajinan.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti menyampaikan keinginan untuk melibatkan masyarakat sekitar bendungan untuk memanfaatkan potensi eceng gondok yang melimpah untuk dijadikan bahan baku membuat tali, dan pupuk organik.

Dinas Perindustrian NTB akan memfasilitas pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat sekitar untuk membuat tali dari eceng gondok yang sudah dikeringkan. Tali-tali berbagai ukuran ini nantinya bisa dijadikan bahan baku kombinasi kain tenun untuk membuat aneka tas, dan produk turunan sejenis lainnya.

Baca Juga :   Produksi Terbatas, Harga Beras Masih Tinggi di Badung

Nuryanti mencontohkan, salah satu tas ransel dengan cover kombinasi kain tenun dengan tali eceng gondok. Tas ransel tersebut cukup cantik, dan balutan warna alam kain tenun dan eceng gondoknya.

Menurut Nuryanti, dengan memintal eceng gondok kering menjadi tali-tali serupa benang berukuran besar, tali-tali eceng gondok ini bisa dijadikan bahan baku untuk membuat tas-tas mewah yang bisa dihiasi oleh perhiasan dan logam yang dibuat oleh perajin logam di desa Ungga, Lombok Tengah.

“Mata rantai industrinya akan menjadi panjang. Itu artinya, ekonomi kerakyatan bisa digerakkan. Hanya dengan memanfaatkan eceng gondok,” katanya, Sabtu (27/1/2024).

Selain menjadi bahan baku kerajinan, eceng gondok juga bisa dijadikan bahan baku untuk membuat pupuk kompos. Berdasarkan hasil ujicoba yang dilakukan salah satu Pokmaswas di lingkar Bendungan Batujai, tanaman cabai yang menggunakan pupuk kompos dari eceng gondok terbukti mendorong produktivitas cabai.

Baca Juga :   Dampak El Nino, Pemerintah Gencarkan Stabilitas Harga Dan Bantuan Pangan

Bahkan produksi cabai ujicoba ini berlangsung sudah setahun lebih. Hingga saat ini cabainya pun masih produktif berbuah. Menurut Nuryanti, potensi besar ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga eceng gondok yang tadinya dilihat sebagai tumbuhan pengganggu di Bendungan Batujai, bisa mendatangkan cuan dan mendorong peningkatan sektor lainnya.

Keinginan untuk memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan baku kerajinan dan pupuk organik ini disambut antusias oleh pengelola bendungan, dan Pokmaswas setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.