Temui Petani Tembakau Di Klaten, Ganjar Serap Keluhan Pupuk Langka

oleh -20 views
Screenshot 4
Foto : Instagram Ganjar Pranowo

Panennews.com – Calon Presiden, Ganjar Pranowo berkunjung dan bertemu dengan para petani dan pengusaha tembakau di Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Klaten, Rabu (27/12/2023).

Kunjungan ini merupakan salah satu agenda dari sederet kampanye-nya yang saat ini tengah berada pada daerah Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Setibanya bersama rombongan, Mantan Gubernur Jawa Tengah itu langsung mengecek tumpukan dan ketersediaan tembakau di gudang. Menurut Ganjar, tembakau tersebut sangat bagus produktivitasnya.

“Kalau tembakau itu pasti bergantung dengan cuaca, jika cuacanya baik hasilnya juga cenderung baik. Namun, setelah saya cek tembakau di gudang ini. Hasilnya pun tak ada yang cacat, dan baik semua” ujar Ganjar.

Selain mengecek gudang tembakau, Ganjar juga menyerap aspirasi dan keluhan petani yang salah satunya pupuk subsidi yang lumayan langka.

Baca Juga :   Kementan Perkokoh Tata Kelola Kelapa Sawit Di Kalimantan Selatan

Adapun keluhan tersebut datangnya dari perwakilan petani tembakau, Suyani mengatakan selama ini petani tembakau tengah di Klaten sangat sulit mendapatkan pupuk.

Terlebih pupuk subsidi, Suyani dan teman-teman sesama petani jika pupuk tersebut langka tentunya akan memberikan dampak buruk terhadap produksi.

Selain itu, Suyani juga mengatakan dan meminta Pemerintah terkait untuk mengatasi permasalahan pupuk yang cenderung langka ini.

“Pupuk selama ini tengah langka, terlebih lagi pupuk subsidi pak. Saya khawatir, kalau pupuk langka tentunya akan berdampak burung ke produksi. Mengenai hal ini, saya perwakilan dari petani meminta Pemerintah untuk mengatasi pupuk susah tersebut” tutur Suyani kepada Ganjar Pranowo.

Baca Juga :   Bazar Tani, Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat Di Bulan Ramadhan

Sementara itu, menanggapi hal tersebut Ganjar Pranowo mengatakan akan bekerja sama dengan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (Apti) dan bersama pihak terkait untuk mengatasi masalah pupuk yang langka ini.

Lebih lanjut, kerja sama itu menurut Ganjar termulai dari produksi pupuk dari pabrik hingga cara mengelola distribusi pupuk tersebut. Dengan begitu, Ganjar berharap masalah pupuk yang langka ini akan segera teratasi.

“Problemnya kok langka? ada apa?. Disini kami hadir, dengan bekerja sama pada Apti hingga pihak terkait memperbaiki sistem produksi pabrik hingga distribusi pupuk. Agar pupuk tersebut tidak langka kembal” tutup Ganjar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.