Rumah Produksi Kerajinan Bambu, Hidupkan Ekonomi Masyarakat NTT

oleh -39 views
thumb_1700445172_33323
Foto : Dok. Kemenkop UKM

Panennews.com – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mendirikan Rumah Produksi Bersama (RPB) di Kabupaten Manggarai Barat untuk meningkatkan nilai tambah kerajinan bambu.

Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki dalam acara talkshow bambu dengan tema ‘Potensi Ekonomi Restoratif Berbasis UKM,’ di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (19/11/2023) mengatakan kehadiran RPB bambu diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi dan menyejahterakan masyarakat.

“Meski bambu mempunyai potensi yang luar biasa untuk dikembangkan menjadi aneka produk turunan, kita perlu fokus terlebih dahulu pada bambu untuk pengganti kayu. Yaitu, bambu betung sebagai laminasi pengganti kayu keperluan kontruksi,” kata MenKopUKM Teten Masduki.

Baca Juga :   Pemprov NTB Ajak Masyarakat Cegah Peredaran Rokok Ilegal

Selain itu, kata Menteri Teten, Mama-Mama Bambu nantinya akan diajarkan (pelatihan) membuat suvenir dari bambu.

“Du’Anyam sudah memiliki ekosistem untuk membeli produk anyaman dari bambu. Bisa juga dikembangkan dengan membuat mebel atau furnitur,” ujar Menteri Teten.

Lebih jauh, kata MenkopUKM, dengan mengembangkan kerajinan bambu, sama artinya dengan menjalan program ekonomi restoratif.

“Dalam ekonomi restoratif, salah satu wuiudnya adalah memulihkan sumber daya yang rusak atau meregenerasinya sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Di sini ada 40 ribu hektare kebun bambu, cara memanennya dengan menjaga regenerasi produksinya. Ini luar biasa,” ucap MenKopUKM.

Baca Juga :   Rekan Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Mataram Terapkan Strategi Khusus

Apalagi, kata Menteri Teten, jika Pemda membuat pembinaan afirmatif hingga kebijakan restoratif lingkungan, yang mengharuskan semua hotel, resort, dan perkantoran menggunakan bambu.

“Hal itu akan menghidupkan ekonomi masyarakat di NTT, karena kebutuhan bambu akan meningkat. Bagi NTT ini menjadi bentuk konsep ekonomi restoratif, seiring potensi bambu di wilayah ini yang luar biasa,” ujar MenkopUKM.

Selain bambu, MenkopUKM juga mendorong rumput laut di NTT bisa dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.

“Harus ada sekolah vokasi karena rumput laut ini ada sekitat 500 turunan produknya, seperti tepung, makanan farmasi, pengganti plastik, pupuk, dan lainnya,” kata Menteri Teten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.