Launching GPM Di Timika, Bantu Masyarakat Beli Bapok Dengan Harga Terjangkau

oleh -18 views
buah_tomat
Foto : Panen News

Panennews.com – Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi tiba di Timika, Papua Tengah, pada Kamis (23/11/2023).

Seusai mendampingi Presiden Joko Widodo di Biak Numfor pada hari sebelumnya, Kepala NFA berkesempatan me-Launching acara Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Bapak Ibu, saya titipkan salam dari Bapak Presiden Joko Widodo. Kemarin baru bertemu beliau di Biak. Sebelumnya kami dari Jayapura, cek stok disana. Kemudian di Biak juga. Sampai di Timika, tadi langsung ke Gudang Bulog, memastikan beras untuk Mimika, semuanya selalu tercukupi,” papar Arief di depan warga yang berkumpul di Lapangan Pasar Lama, Kota Timika.

Untuk diketahui GPM di Timika sampai hari ini telah terlaksana sebanyak 26 kali. Operasi pasar melalui GPM dilaksanakan pemerintah agar dapat menekan harga pangan di tingkat konsumen.

“Saya pernah tinggal di Timika selama 4 tahun, sehingga saya bisa merasakan saudara-saudara disini memang sangat memerlukan bahan pangan pokok. Jadi khusus untuk Bulog disini, stok CBP tidak boleh kurang dari 1.000 ton. Dengan itu, kita pastikan produk-produk seperti beras, selalu ada di GPM sepanjang tahun,” urai Arief.

Baca Juga :   Jaga Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Pertanian Jadi Dasar Kementan Perbaiki Tata Kelola Pupuk Subsidi

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo agar penyaluran CBP dimasifkan ke masyarakat. Salah satunya melalui penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) GPM di semua daerah.

Lebih lanjut, ini tentunya juga sebagai salah satu strategi pengendalian inflasi dan mengatasi tingginya harga pangan.

“Lalu untuk harganya, ada subsidi, baik dari pusat maupun daerah, karena Bapak Mendagri (Menteri Dalam Negeri) Tito Karnavian memperbolehkan menggunakan anggaran dari pemerintah daerah untuk subsidi harga di GPM, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.

Sampai dengan 22 November, realisasi SPHP beras di tingkat konsumen secara nasional telah mencapai 965.684.859 kg atau 89 persen dari total 1.085.000 kg.

Baca Juga :   BI Mencatat Inflasi Gabungan Dua Kota di Bali 2023 Sesuai Target Sasaran

Sementara untuk Provinsi Papua dan Papua Barat secara kolektif telah menyentuh angka 13.834.480 kg atau 69,17 persen dari total target 20.000.000 kg.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bupati Mimika Wellem Naa menuturkan GPM merupakan upaya pemerintah untuk membantu dan menyediakan komoditas pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

“GPM hari ini merupakan pelaksanaan yang ke-26. GPM ini bekerjasama dengan para distributor dan pelaku pangan, termasuk Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan para petani. Disini dijual produk-produk pangan yang berkualitas seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam, dan sayur-sayuran. Kita berharap bisa membantu meredam kesulitan masyarakat terhadap lonjakan harga yang sampai hari ini masih tinggi,” tutup Wallem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.