Kembangkan Sapi Girolando Di Indonesia, Brazil Tawarkan Kerja Sama

oleh -19 views
Hewan Sapi
Ilustrasi Hewan Sapi - Foto : Panen News/Amar

Panennews.com – Kementerian Pertanian menerima Delegasi eksportir sapi hidup asal Brazil bersama perwakilan dagang Brazil di Indonesia dalam rangka Sosialisasi Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Perah Brazil.

“Brazil dan Indonesia memiliki kesamaan iklim, hal ini yang menjadi keyakinan kami bahwa sapi perah kami dapat berkembang optimal di Indonesia.” ungkap Gustavo Monaco, Executive Director Brazillian Association of Live Cattle Exporters saat berada di Koperasi Sapi Perah Bandung Utara (KSPBU) di Lembang Jawa Barat, Senin (06/11/2023).

Brazil mengembangkan sapi jenis Girolando yang merupakan persilangan dari sapi Zebu (Gyr) asal India dengan sapi Holstein asal Belanda yang sudah dikembangkan sejak tahun 1940-an.

Lebih lanjut, sapi Girolando ini berkontribusi terhadap 80% dari total produksi susu di Brazil. Sapi Girolando memiliki karakteristik daya adaptasi yang baik pada iklim tropis dan memiliki produktivitas yang tinggi.

Baca Juga :   Ekspor Kelinci Jateng 2021 Capai 2.448 Ekor

“Sejak ditetapkan sebagai jenis resmi di Brazil pada tahun 1996, tercatat sejak tahun 2000 hingga 2019 Sapi Girolando mengalami peningkatan produktivitas dari rata-rata 12 liter/hari menjadi 18 liter/hari.” imbuhnya.

Sementara itu, Gustavo Bracale, Direktur Eksekutif Nusantara Grup Komoditas yang menjadi perwakilan dagang Brazil menyampaikan bahwa saat ini belum ada kerjasama pemasukan sapi perah asal Brazil.

Namun ia berharap ke depan hal ini dapat terealisasi mengingat sebagian besar wilayah Brazil sudah bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tanpa vaksinasi, hanya sedikit wilayah yang berstatus bebas dengan vaksinasi.

Baca Juga :   PMK NTB Zero Case, Jadi Pilot Projek Provinsi di Indonesia

Lebih jauh, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tri Melasari menekankan bahwa pemasukan dan pengembangan sapi perah Girolando yang merupakan breed atau bangsa sapi baru di Indonesia harus tetap mengikuti prosedur dan peraturan yang berlaku.

Selain itu, Tri Melasari juga menambahkan bahwa peternak sapi perah penting untuk berkoperasi dan melakukan penjaminan usaha agar usahanya berkelanjutan.

“Saat ini pemerintah mendorong sektor pertanian, khususnya sektor peternakan untuk mengasuransikan ternaknya dan mengakses permodalan untuk pengembangan usaha, akses tersebut akan lebih mudah apabila peternak tergabung dalam koperasi”, papar Tri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.