Harga Beras Naik Di Pasaran, Pemprov NTB Sebut Masih Wajar

oleh -15 views
Beras yang berada di Bulog NTB (Panennews.com/H Wardi)
Beras yang berada di Bulog NTB (Panennews.com/H Wardi)

Panennews.com – Dampak El nino bisa jadi salah satu penyebab terjadinya kenaikan harga beras.

Hasil penelusuran media ini menyebutkan, harga beras di pasaran mulai merangkak naik, dan menjadi penyumbang inflasi. Kenaikan harga beras ini hampir terjadi di semua jenis.

Untuk beras kualitas medium harganya mencapai Rp11.000, sedangkan beras kualitas premium harganya menembus angka Rp 14 ribu per kilogram.

Asisten II Setda Pemprov NTB, Fathul Gani mengakui memang terjadi kenaikan harga beras. Dimana untuk harga beras medium saat ini di pasaran sekitar Rp 10.900.

Harga ini oleh pemerintah masih diangggap wajar. Walaupun memang sebelumnya harga beras sempat berada di kisaran Rp9.000 lebih.

“Memang ada interval kenaikan Rp 500 sampai Rp 700. Tapi Itu yang Rp 14.900 kelas premiun. Beras yang kelas high,” kata Fathul Gani, Jumat (08/09/2023).

Baca Juga :   Petani Rumput Laut Di Lombok Timur Galau Harga Makin Anjlok

Meski demikian, ia memastikan pasokan beras di NTB relatif aman hingga Oktober 2023. Acuannya pada kerangka sampel area produksi gabah kering yang dikeluarkan BPS.

Adapun produksi gabah kering di NTB sampai Oktober 2023 sebanyak 1,32 juta ton atau setara dengan 900 ribu ton lebih beras.

“Sedangkan kebutuhan beras di NTB hanya berkisar 600 ton per tahun. Menadakan ada surplus beras sekitar 300 ribu ton. Artinya sampai dengan Oktober kita kondisinya aman-aman saja sebenarnya,” ujarnya.

Selain itu, Fathul juga menyebut, kenaikan harga beras yang terjadi saat ini, karena banyak petani menjual gabahnya ke luar daerah.

Disisi lain pemerintah juga tidak bisa melarang begitu saja jika petani menjual gabahnya ke luar daerah.

Lebih jauh, menghadapi dinamika seperti ini Asisten II Setdaprov NTB ini meminta lembaga terkait dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan untuk mengatur sedemikian rupa distribusi beras yang ada di NTB.

Baca Juga :   GPM Di Kabupaten Temanggung, Sediakan Hingga 100 Kilogram Telur

“Kita tidak melarang gabah kita dibawa keluar, tapi penuhi dulu kebutuhan lokal baru selebihnya silahkan distribusinya diatur. Ada juga kan daerah yang sangat membutuhkan tidak mungkin juga kita menahan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti menampik kalau harga beras yang dijual di pasar mahal.

Menurutnya, untuk harga beras premium memang dari awal relatif lebih mahal, dan pembelinya pun kalangan tertentu.

“Yang medium masih sama dengan Bulog Rp 10.900. Jadi kita mau jaga harga itu. Saya belum bisa katakan mahal, karena yang dibahas adalah premium. Beras premium itu kan yang mampu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.