Dari 56.000 Hektare Sawah di Pati Hanya 8.500 yang Panen

oleh -45 views
Petak sawah ditanami palawija, nahas terdampak bencana kekeringan
Petak sawah ditanami palawija, nahas terdampak bencana kekeringan (Panennews.com/Ahmad Muharror)

Panennews.com – Panen padi di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, anjlok secara drastis pada musim tanam (MT) tiga. Imbasnya harga gabah kering melesat naik pada musim kemarau 2023.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum mengatakan, dari 56.000 hektare lahan persawahan, hanya 8.500 hektare saja yang berhasil panen pada musim kemarau.

Artinya, hanya sebagian kecil lahan yang berhasil panen pada MT tiga. Sementara sebagian besar sawah, tidak produktif, gagal panen, dan atau memilih menanam komoditas lain.

Baca Juga :   Pemerintah Terus Jaga Stok Beras Dengan NTP Tanaman Pangan

“MT tiga hanya sedikit sawah yang produksi. Sangat jauh berbeda dengan MT pertama dan MT dua, rata-rata masih di angka 6 ton per hektare, ada juga yang sampai 10 ton per hektare saat itu,” ujarnya, Sabtu (9/9/2023).

Terhambatnya irigasi pada musim kemarau menjadi faktor utama turunnya produksi gabah di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani.

Lebih-lebih area persawahan di Pati bagian selatan merupakan sawah tadah hujan, sehingga sangat bergantung musim.

Ditambahkan, akibat kondisi tersebut maka terjadilah lonjakan harga gabah dari tangan petani karena penurunan produksi.

Baca Juga :   Menkop UKM Ajak Pelaku UMKM Perempuan Garap Produksi Pangan

“Akibatnya harga gabah kering di pasaran sekarang tinggi. Perbandingannya itu MT pertama dan MT kedua harga gabah kering Rp4.800 per kilogram. Kalau MT tiga diatasnya yakni Rp6.000 per kilogram,” Nikentri merinci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.