Tanggul Jebol, Ratusan Hektar Lahan Pertanian Terancam Kekeringan di Badung

oleh -14 views
sawah kering di Badung Bali
Salah satu anggota Subak di sawahnya yang mengalami kekeringan (Panennews.com/Agung Gede Agung)

Panennews.com – 266 Hektar lahan pertanian di Subak Penarungan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali terancam kekeringan.

Kondisi ini disebabkan karena tanggul di aliran Sungai (Tukad) Yeh Penet sejak 8 Juli 2023 lalu jebol hingga saat ini. Kondisi ini akhirnya berdampak ke aliran air irigasi menjadi terputus.

“480 orang anggota subak yang memiliki tanaman padi terancam tidak dapat tumbuh dengan baik atau kemungkinan akan gagal panen,” jelas Pekaseh Subak Penarungan, Badung, I Made Suka, saat ditemui langsung di Desa Penarungan, Badung, Senin,(7/8/2023).

Dirinya mengatakan, dalam upaya memenuhi kebutuhan akan air, beberapa anggota subak terpaksa memanfatkan air dari aliran sungai yang kebetulan berdekatan dengan areal persawahanya dengan memanfatkan mesin untuk menarik air dari sungai.

Baca Juga :   Petakan Kawasan Kekeringan, Kementan Optimis Hadapi El Nino

Sedangkan bagi anggota Subak yang areal persawahanya jauh dari areal aliran sungai terpaksa merelakan areal persawahannya kekeringan.

“Para anggota Subak yang kebetulan areal persawahanya berada dekat dengan aliran sungai memanfatkan airnya untuk dialirkan ke areal persawahanya menggunakan mesin pompa air.Sedang anggota lainnya terpaksa harus merelakan areal sawahnya kekeringan,” bebernya.

Suka juga menjelasakan bahwa proses perbaikan tanggul memang telah dilakukan hingga saat ini.

Sementara itu,  salah satu anggota subak Penarungan, I Ketut Sujana menyampaikan, kondisi kekeringan ini tentu berdampak pada tanaman padi telah di tanam di lahan seluas 40 are saat ini.

Baca Juga :   Peneliti Temukan Hasil Peningkatan Produksi Padi Dengan Penyertaan Hewan Air

Menurutnya, kondisi ini tentu akan berdampak ke hasil panen padi nantinya.

“Ya, tentu areal sawah kami menjadi kering sehingga, akan berdampak ke pertumbuhan tanaman hingga bisa menyebabkan gagal panen tentunya,” cetusnya.

Meskipun proses pengerjaan dirasa lama, tetapi dirinya menyadari bahwasanya medan sekitar tanggul jebol memang sangat ekstrim untuk dilalui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.