Sembung, Tanaman Obat Herbal Yang Cocok Semua Musim

oleh -27 views
Tanaman Sembung di Desa Sidomulyo,Pati, Provinsi Jawa Tengah
Tanaman Sembung di Desa Sidomulyo,Pati, Provinsi Jawa Tengah. (Panennews.comAhmad Muharror)

Panennews.com – Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, yang terletak di kawasan Pegunungan Muria, sejak dulu dikenal dengan kesuburan tanahnya. Baik untuk pertanian maupun perkebunannya, satu diantaranya adalah dalam membudidayakan tumbuhan Sembung.

Tanaman dengan nama ilmiah Blumea balsamifera dan merupakan spesies tanaman yang masuk dalam genus Blumea, family Astereceae (Compositae). Sembung biasa digunakan menjadi obat herbal, dan hingga gini dimanfaatkan oleh produsen jamu dan Industri farmasi.

Sunyoto, petani Sembung mengatakan, tanaman ini mulai dibudidayakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunungwungkal, sejak beberapa tahun silam.

“Sebelum dibudidayakan seperti sekarang, Sembung sangat mudah dijumpai di kawasan pegunungan Muria. Karena wilayah sini memiliki ketinggian yang pas untuk perkembangan Sembung, yakni 600 Mdpl,” ujarnya, Rabu (30/8/2023).

Baca Juga :   Perluas UMKM, Kemenkop UKM Terus Perkuat Kualitas Produk Daerah Unggulan

Dijelaskan, pembiakan Sembung tersentralisasi di dua daerah, yakni Desa Sudomulyo dan Jepalo. Meski memiliki nilai ekonomi tinggi, tumbuhan ini belum banyak dilirik, lantaran minimnya informasi dan khasiat.

“Dulu sembung dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk. Biasanya bikin api dikasih daun sembung, utamanya untuk ternak. Sembung juga merupakan bahan baku tolak angin karena berkhasiat untuk kesehatan,” bebernya.

Sembung memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena banyak berguna pada industri farmasi, kosmetik, dan pengobatan tradisional.

“Daun, batang, dan bunga sembung dapat digunakan untuk berbagai produk herbal. Demam, diare, penyakit ginjal, mag dan lain-lain dapat diatasi dengan obat tradisional berbahan baku sembung,” bebernya.

Baca Juga :   Komisi IV Tinjau Pengasapan Ikan UMKM Di Kabupaten Demak

Ia menyebut harga tanaman sembung yang sudah dikeringkan adalah Rp9.000 hingga Rp19.000.

“Harga dari kami Rp19 ribu. Akan tetapi, kadang fluktuatif menyesuaikan pasaran,” terangnya.

Disebutkan, sembung cocok dengan musim apa saja. Bahkan ketika musim punghujan tanaman ini mampu tumbuh subur dan siap dipanen satu bulan sekali. Namun, ketika musim kemarau membutuhkan waktu tiga bulan untuk menunggu tanaman ini siap dipanen.

“Kalau musim hujan cepat tumbuh. Tapi kendalanya pas pengeringan terganggu karena tidak ada panas. Kalau waktu musim kemarau tumbuhnya agak lama, tetapi cepat kering ketika kami jemur di halaman rumah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.