Pedagang di Pasar Tradisional Badung Menyebut, Harga Cabai Dirasa Masih Tinggi

oleh -42 views
Salah seorang pedagang di pasar tradisional Badung
Salah seorang pedagang di pasar tradisional Badung (Panennews.comAgung Gede Agung)

Panennews.com – Pedagang eceran aneka bumbu olahan dapur di pasar tradisional Badung menyebut, harga beberapa jenis cabai mulai, jenis cabai keriting hingga cabai besar masih tinggi hingga saat ini.

Kondisi ini menurut pedagang eceran di pasar tradisional Bandung tidak diketahui pasti penyebabnya.

Seperti halnya disampaikan pedagang eceran aneka bahan dasar olahan bumbu dapur, I Nyoman Suprana Putra, Senin,(28/8/2023) di pasar tradisional Badung, Kota Denpasar menyebut harga cabai masih bertengger di harga, Rp 28 ribu hingga Rp 45 ribu per-kg.

“Harga cabai belum ke harga normal hingga saat ini,” ujarnya.

Baca Juga :   Dukung UMKM, Pemerintah Permudah Akses Pembiayaan UMKM

Dirinya menyebut harga cabai mulai, Rp 28 hingga Rp 45 ribu perkilo hingga saat ini.

“Harga cabai masih beragam, Cabai kecil kini, Rp 28 ribu per-kg sebelumnya Rp 45 ribu per-kg, cabai besar kini Rp 40 ribu per-kg sebelumnya Rp 20 ribu per-kg sedangkan cabai merah keriting berkisar Rp 45 ribu per-kg sebelumnya Rp 30 ribu per-kilogramnya,” jelasnya.

Menuurtnya faktor penyebab masih tingginya harga cabai tidak diketahui pasti hingga saat ini. Sembari Putra menyebut, permintaan cabai mulai 10 hingga 20 kilogram per-kg setiap harinya.

Baca Juga :   Petani Tembakau dan Buruh Rokok Pati Diguyur BLT DBHCHT

Sementara itu, salah seorang Ibu rumah tangga bernama, Ni Ketut Kenderi mengatakan, masih tingginya harga cabai tidak berpengaruh signifikan terhadap kebutuhan masak sehari-hari di dapur kondisi ini disebabkan karena, pemakaian cabai tidak terlalu banyak.

“Tidak sih terlalu berpengaruh di tengah masih tingginya harga cabai ini karena, saya hanya memakai kurang dari sepertiga kilogram cabai untuk memasak per-harinya,” katanya.

Meskipun demikian Kenderi tetap berharap agar harga cabai dapat ke posisi normal seperti sebelum-sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.