Tekan Laju Inflasi, Pemerintah Gelar Pasar Murah di Mataram

oleh -7 views
telur ayam
Foto : Dok. Pexels

Panennews.com – Pemerintah pusat secara serentak menggelar gerakan pangan murah, Senin, 26 Juni 2023 lalu. Gerakan ini sebagai ikhtiar pemerintah menekan laju inflasi di daerah. Faktor eksternal memicu kenaikan inflasi tidak bisa dintervensi karena menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menjelaskan, gerakan pangan murah nasional yang diluncurkan secara serentak sebenarnya telah berjalan satu tahun enam bulan di Kota Mataram. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, TNI-Polri, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, akademisi, serta pelaku usaha. Kolaborasi dengan stakeholder sangat efektif dalam rangka mengendalikan harga.

“Sebenarnya, gerakan ini sudah kita mulai sejak satu tahun setengah,” kata Miq Alwan, panggilan akrabnya.

Baca Juga :   Industri Pangan Dinilai Tembus Pasar Global

Dikatakan, keberhasilan menekan inflasi menjadi penilaian pemerintah pusat terhadap kinerja kepala daerah. Alwan mengklaim, Kota Mataram telah berhasil menekan inflasi dengan gerakan atau berbagai program seperti pasar rakyat, gerakan pangan murah, pasar tani, dan lain sebagainya.

Ia juga menyatakan, inflasi Kota Mataram di bulan Mei mencapai 3,9 persen atau di bawah rata-rata nasional yakni 4 persen. Adapun beberapa faktor eksternal memicu kenaikan inflasi di bulan Juni dan Juli sulit dikendalikan seperti tiket pesawat. Kenaikan tiket pesawat menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Target dari pemerintah pusat 3+-1. Inflasi Kota Mataram 3,9 persen atau dibawah rata-rata nasional. Kalau harga tiket ini faktor eksternal sulit dikendalikan,” ujar mantan Kadis Perindag Kota Mataram ini.

Baca Juga :   Gula Pasir Langka, Mendag Zulhas : Stok Akan Penuh Minggu Depan

Srmtara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Jauhari menyebutkan, gerakan pangan murah sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Diakuinya, adanya kesenjangan harga antara produsen dan konsumen yang disebabkan beberapa faktor yang menghambat distribusi pangan seperti biaya pengangkutan tinggi, hambatan pasokan hingga perilaku pedagang. Kondisi itu seringkali menimbulkan terjadinya fluktuasi pasokan dan harga pangan yang berakibat terhadap ketidakpastian harga pangan baik di tingkat produsen maupun konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.