PLN NTB Dorong Petani Tingkatkan Pertanian Inovatif

oleh -4 views
PLN Electrifying Agriculture
Petani banyak menerima manfaat dari PLN Electrifying Agriculture - Foto : Istimewa

Panennews.com – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB mendorong para petani melalui Program Electrifying Agriculture yang inovatif. Program ini kini telah memberikan nilai manfaat yang dirasakan oleh masyarakat di sektor agrikultura dengan memberikan akses listrik andal dan terjangkau yang kemudian berdampak positif pada peningkatan keuntungan.

GM PLN UIW NTB Sudjarwo mengatakan, program Electrifying Agriculture dari PLN ini berfungsi sebagai solusi kelistrikan yang komprehensif untuk mendukung sektor agrikultura.

Melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan yang memadai, PLN memungkinkan petani untuk mengakses listrik dengan mudah dan menjalankan kegiatan pertanian dengan lebih efisien.

Djarwo juga menyatakan, sejak diluncurkan, program Electrifying Agriculture telah menghasilkan keuntungan yang cukup besar bagi para pengusaha tani.

Dengan adanya akses listrik yang andal, para petani dapat mengoptimalkan usahanya dan mampu memberikan dorongan yang signifikan bagi pengusaha tani dalam mengembangkan usaha mereka.

Baca Juga :   Jarang Diketahui, Manfaat Biji Pala Untuk Kesehatan

“Selain peningkatan keuntungan, program Electrifying Agriculture juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup para pelaku usaha agrikultura. Penggunaan listrik memungkinkan mereka menggunakan peralatan modern, memperpanjang waktu operasional dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual,” kata Djarwo.

Djarwo menambahkan, program ini juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan mobilitas sosial di komunitas pertanian.

Sementara itu, tak sedikit masyarakat yang memperoleh manfaat dari program PLN Electrifying Agriculture. Diantaranya H Lahprozi, petani Dusun Pengeot Desa Kelebuh, Kabupaten Lombok Tengah sekaligus pemilik usaha UD. Sari Kerupuk. Ia memanfaatkan listrik PLN untuk menjalankan bisnis penggilingan padi.

“Alhamdulillah, saat ini kami telah memanfaatkan listrik dari PLN. Sangat terasa bedanya. Kalau dulu pada saat masih menggunakan mesin solar, kami hanya bisa menghasilkan 6 ton, namun kini kami dapat memproduksi 10 ton dalam sehari,” kata Lahprozi.

Baca Juga :   Terapkan Pertanian Presisi, Petani Di Kota Palu Panen Anggur Orientasi Ekspor

Petani lainnya H Junaidi juga mengungkapkan, listrik PLN ini lebih murah dan bersih. Kalau pakai mesin solar, lebih mahal, lebih bising dan kotor. Selain itu, dulu untuk sekali produksi kami harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar 3 jerigen solar seharga lebih kurang Rp 900 ribu.

“Namun, sekarang setelah memakai listrik PLN, saya hanya perlu membayar sekitar Rp 600 ribu untuk seminggu. Saya berharap PLN bisa tetap konsisten memasok listrik andal guna mendukung usahanya. Terlebih, saat ini ia bisa memproduksi hingga 15 ton untuk menggiling padi dalam satu hari,” kata pemilik mesin penggiling padi di Lombok Tengah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.