Kerja Sama KKP – APEC, Perkuat Sistem Keamanan Produk Perikanan

oleh -21 views
KKP-APEC Kerja Sama  Pemantauan Produk Perikanan (2)
Foto : Dok. KKP

Panennews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) untuk memperkuat sistem pemantauan keamanan pangan perikanan. Salah satu yang menjadi fokus kerjasama ini yakni pengendalian food-borne disease atau penyakit yang ditimbulkan oleh kontaminasi bakteri pada makanan.

“Kami menyambut positif kerjasama ini mengingat metode mitigasi terus berkembang hingga mampu melakukan pengendalian dan pelacakan sumber penyakit secara akurat melalui penerapan surveilan molekuler dengan teknologi whole genome sequence atau WGS platform,” ujar Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Pamuji Lestari di Jakarta, Rabu (31/05/2023).

Selain itu, Tari juga mengatakan keamanan pangan di negara – negara anggota APEC menjadi fokus bersama. Dikatakannya, negara – negara maju juga telah mengaplikasikan surveilans penyakit yang dapat menular melalui makanan atau dikenal sebagai food-borne disease.

“Negara – negara pengekspor produk pangan terutama pangan asal hewan/ternak dan tumbuhan telah banyak yang mulai menerapkan platform ini dalam memberikan jaminan keamanan pangan produk mereka, meyakinkan konsumen, menjamin keberterimaan produk di pasaran serta memperluas akses produk di pasar global dan meningkatkan volume ekspor, namun Indonesia akan menjadi salah satu pionir, terutama di Asia Tenggara, yang menerapkan platform WGS pada sektor perikanan” ujar Tari.

Baca Juga :   Sambut Ramadhan, KKP Bagikan Puluhan Ribu Ikan Kaleng Di Yogya

Sebagai salah satu negara eksportir hasil perikanan terbesar di dunia, Tari menyebut Indonesia tidak dapat menghindari isu keamanan pangan produk perikanan. Hal ini sejalan dengan program KKP dalam menggenjot produksi perikanan.

Ditegaskan Tari, Indonesia memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menerapkan sistem jaminan keamanan pangan sesuai standar internasional. Karenanya, target produksi udang 2 juta ton udang per tahun pada 2024 akan mampu diserap pasar global, utamanya negara – negara maju importir udang.

“Kapasitas SDM dan peralatan laboratorium KKP untuk bekerjasama dengan jejaring WGS internasional dalam penerapan Platform WGS kita juga sudah siap,” tegasnya.

Baca Juga :   Menteri Trenggono Rencanakan Kerja Sama Perikanan dengan Vietnam

Sementara itu, kesiapan Indonesia ditunjukkan Tari dalam gelaran forum APEC SOM Ke-2 di Detroit Amerika Serikat, 14-19 Mei. Saat itu, delegasi KKP yang hadir menjadikan forum working group APEC WGS sebagai unjuk kekuatan kapasitas Indonesia dan kesiapan menjalin kerjasama dengan negara – negara maju dalam penerapan platform WGS pada sistem surveilans food-borne disease sektor perikanan utamanya komoditas udang.

“Intinya kita tunjukkan kalau Indonesia siap dan mampu menjamin keamanan pangan, khususnya dari komoditas kelautan dan perikanan,” tutup Tari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.