Harga Vanili Rendah, Petani Kesulitan Cari Pembeli

oleh -158 views
vanili NTB
Tanaman Vanili - (Panennews.com/Istimewa)

Panennews.com – Tingginya harga vanili bahkan untuk tujuan ekspor cukup tinggi. Karenanya Pemerintah Daerah menyarankan petani untuk menanam vanili. Namun kenyataanya tak sedikti mengeluhkan harga vainili justru anjlok tidak sesuai harapan.

Tidak saja soal harga, petani vanili juga dihadapkan pada masih sulitnya akses pemasaran terhadap hasil produksi vanili pasca panen. Petani kesulitan dalam menjual vanilinya. Bahkan dengan kemampuan pemasaran yang masih tradisonal, petani menjual sendiri hasil vanilinya.

Anggota Kelompok Tani Vanili Wana Abadi Desa Kumbi, Kecamatan Narmada Lombok Barat, Supardi menyatakan, vanili sudah dikembangkan oleh masyarakat sejak 1990-an.

Baca Juga :   Benarkah Jenis Jamur Morel Dapat Dikonsumsi

Bibitnya diberikan pemerintah daerah. Awalnya, hanya ditanam di pekarangan. Namun berkembang, tanaman vanili diperluas ke Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) di wilayah setempat.

Kelompok Tani ini beranggotakan 120 petani penggarap kawasan hutan. Masyarakat setempat sangat tertarik dengan hasil dari menanam vanili. Sebab harganya berdasarkan informasi yang beredar bisa sampai Rp250.000 perkilo.

Vanili sendiri adalah tanaman tumpang sari. Bisa tumbuh dan merambat pada batang pohon di sekitarnya. Petani setempat tidak melakukan pemupukan, ataupun penyemprotan dengan insektisida.

“Kami tidak memupuk, atau menyemprot. Kalau menggunakan pupuk malah busuk. Hanya kami melakukan pembersihan gulma saja,” ujarnya.

Baca Juga :   Ternyata Begini Tips Mudah Memilih Mentimun Yang Segar

Sayangnya belakangan ini harganya tak menarik lagi. Harganya anjlok, bahkan sampai Rp50.000 perkilo basah. Kecuali itu vanili yang ditanam diserang penyakit busuk batang.

“Tidak ada yang bisa diharapkan dengan harga jual rendah seperti ini. Pembinaan kepada petani dari pemerintah diperlukan secepatnya terlebih untuk mengatasi serangan hama,” pintanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.