Inovasi Teknologi Drone, Dorong Pengendalian Penyakit Pada Tanaman Karet

oleh -15 views
drone
Ilustrasi - Foto : Pixabay

Panennews.com – Kementerian Pertanian diwakili Direktorat Jenderal Perkebunan mengikuti kegiatan 3rd Joint Coordination Conference di Yokohama, Jepang, Senin (29/05/2023).

Kegiatan ini membawa titik terang bagi penyelesaian serangan penyakit gugur daun karet (GDK) di Indonesia, yang tak dapat dipungkiri selama ini menjadi momok bagi para petani karet karena mampu menurunkan produksi lateks hingga 30%.

“Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan khususnya Direktorat Perlindungan Perkebunan selaku Joint Coordination Committee mendukung penuh kerjasama yang dibangun oleh pihak Japan International Coorporation Agency, UI (Universitas Indonesia), dan Pusat Penelitian Karet Indonesia dalam mengembangkan teknologi pengendalian penyakit GDK akibat Pestalotiopsis sp. di Indonesia,” ujar Hendratmojo Bagus Hudoro.

Selain itu, Bagus juga menambahkan, melalui kerjasama ini diharapkan akan menghasilkan keluaran berupa dikembangkan senyawa fungisida baru baik kimiawi maupun hayati berupa biofungisida dari mikroba antagonis untuk mengendalikan penyakit GDK, serta dihasilkan klon baru karet yang menunjukkan ketahanan terhadap penyakit GDK.

Baca Juga :   Dijamin Ampuh, Begini Cara Mencegah Serangan Jamur Pada Ikan Hias

Lebih lanjut, dikembangkan juga sistem deteksi area perkebunan karet yang terkena penyakit melalui analisis pencitraan atau penginderaan jarak jauh di perkebunan karet yang dikembangkan dengan menggunakan data yang diperoleh dari satelit buatan dan drone.

Lebih jauh Bagus mengatakan, jika ini dapat terealisasikan tentu akan sangat bermanfaat bagi para petani dalam menjaga atau mengatasi kendala dikebunnya khususnya terkait kesehatan tanamannya, apabila karet dikebunnya terjangkit penyakit, mereka dapat melakukan penanganan segera dengan menerapkan teknologi-teknologi tersebut.

“Hal ini tentunya memberikan dampak yang sangat positif sebagai langkah penyelamatan produksi petani karet di Indonesia,” ujar Bagus.

Baca Juga :   Dorong Layanan Publik, Wapres Minta Gunakan Teknologi Digital

Sementara itu, Direktorat Perlindungan Perkebunan berkesempatan mengunjungi Yokohama Rubber Company, Mishima Factory. Perusahaan ini telah berdiri sejak 1917 dan menjadi perusahaan raksasa dengan produk andalan berupa ban dengan kualitas premium untuk kebutuhan industri dunia.

“Jenis karet SIR 20 Indonesia menjadi salah satu bahan baku dalam komponen produksinya,” jelas Bagus.

Oleh karena itu, Bagus berharap dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan kedepannya karet Indonesia dapat kembali berkembang dan meningkat produksi dan kualitasnya, sehingga crumb rubber terpenuhi pasokan bahan bakunya serta pekebun karet dapat meningkat pendapatan dan kesejahteraannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.