Seratusan Hiu di Karimunjawa Mati Mendadak, Diduga Diracun?

oleh -154 views
hiu karang
Hiu jenis black teeth (hiu karang) yang mati mendadak di Karimunjawa. (Panennews.com/Istimewa)

Panennews.com – Sebanyak seratusan hiu jenis black teeth (hiu karang) yang ditangkarkan di Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, mati secara misterius.

Hingga kini, belum diketahui secara penyebab kematian kematian ikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan tubuh yang ramping itu.

Pemilik Penangkaran Hiu, Datang Abdul Rachim mengatakan, ada 111 ekor hiu yang mati secara berbarengan, Sabtu (18/3/2023). Rata-rata hewan tersebut masih berusia 2 tahun.

“Sebelumnya pada pukul 01.30 WIB kita melakukan pengecekan, hiu masih dalam keadaan hidup. Lalu kita tidur, pukul 05.30 WIB bangun dan hiu sudah pada mati. Selama ini, hiu-hiu yang mati itu berada di Pulau Menjangan Besar,” ujarnya, Selasa (21/3/2023).

Baca Juga :   Buaya 5 Meter di Sawah Bikin Geger Jepara

Datang tak tahu persis kenapa ratusan hiu itu mati. Sebelumnya, petugas juga sudah mengecak pasang surut air laut. Untuk itu, ia menilai, hiu-hiu itu sudah sangat bisa beradaptasi dengan kondisi air dan lingkungan. Sehingga kematian mendadak itu terasa janggal.

Menurut pengakuannya, kejadian itu bukan yang pertama kalinya. Tahun lalu, sebanyak 36 ekor hiu karang berumur sembilan tahun juga mati tiba-tiba.

Datang menduga hiu-hiu itu mati akibat kena racun. Namun dia tidak tahu siapa yang meracun hiu tersebut.

Hanya saja ia sudah tak bisa lagi membuktikan secara ilmiah karena hiu itu sudah mati berjam-jam sebelum ditemukan.

Baca Juga :   Mencuri Ikan Di Perairan Indonesia, KKP Tangkap 6 Kapal Ikan Ilegal

Diketahui, penangkaran Datang adalah salah satu obyek wisata unggulan di Karimunjawa. Bahkan, penangkarannya menjadi destinasi yang paling ramai dikunjungi para wisatawan.

Atas kejadian ini, Datang mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp25 juta. Jumlah tersebut terbilang masih cukup kecil, karena biaya pakan, jasa, dan waktu penangkaran belum terakumulasi kedalamnya.

Meskipun hiu itu tidak dilindungi pemerintah, Datang secara mandiri menjadikan penangkarannya sebagai tempat wisata sekaligus konservasi. Hiu-hiu itu dia dapat dari nelayan yang tidak sengaja menjaring atau memancing.

Setiap tahun Datang selalu melepas sejumlah hiu karang ke laut lepas untuk menjaga ekosistem. Sekarang hiu karang yang masih hidup 16 ekor umur 9-12 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.