Pemerintah Optimalkan Penyaluran Pembiayaan Untuk UMKM

oleh -37 views
airlangga_perekonomian_2742022
Foto : Humas Kemenko Perekonomian

Panennews.com – Memasuki babak baru perekonomian Indonesia pasca pandemi Covid-19, Indonesia melihat peluang dari terbukanya kembali aktivitas perekonomian domestik dengan dihentikannya PPKM.

Mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan terus menggeliat, dan tentunya akan menggerakkan konsumsi masyarakat. Salah satu sektor yang paling berperan penting dalam menjaga resiliensi ekonomi dalam negeri adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Di setiap periode krisis, UMKM bahkan menjadi buffer yang bersifat resilien dan bisa pulih dengan kecepatan yang baik.

Oleh karena itu, pengembangan UMKM merupakan necessary condition untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi lagi. Sektor UMKM terus didorong oleh berbagai kebijakan dan program yang diharapkan dapat membangkitkan ekonomi kembali.

Baca Juga :   Hari Tani Nasional, Pemprov Jateng Dorong Lahirnya Petani Milenial

“Karakteristik UMKM ini unik, karena jumlahnya mendominasi di dalam struktur perekonomian di Indonesia, dengan jumlah yang terus bertambah setiap tahun. Dalam dua dekade terakhir, UMKM menyumbangkan rata-rata 57% terhadap PDB dan menyerap 97% dari total tenaga kerja.”. Ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlanga Hartarto saat menyampaikan keynote speech secara virtual dalam acara Kajian Buku Pembiayaan UMKM di Universitas Brawijaya Malang, Sabtu (11/03/2023).

Selain itu, Pemerintah juga melihat bahwa salah satu strategi pengembangan UMKM Naik Kelas dan UMKM Go Export, yaitu melalui peningkatan akses pembiayaan.

“Target ini tidak mudah, karena 2024 tinggal 2 tahun lagi. Dan tentu ini memerlukan extra effort dari kita semua,”. Tutur Menko Airlangga.

Baca Juga :   Tingkatkan Digitalisasi, Kemendag Dorong UMKM Di Palu Masuk Platform Digital

Sementara itu, berbagai bentuk kebijakan juga telah dikeluarkan untuk meningkatkan akses pembiayaan UMKM. Diantaranya Pemerintah telah menyiapkan Kredit Ultra Mikro sampai level usaha menengah, Kredit Usaha Rakyat yang merupakan salah satu bentuk pembiayaan dengan plafon di tahun ini mendekati Rp450 triliun, dan juga berbagai upaya lain termasuk pembiayaan ultra mikro yang disubsidi dengan Bunga 3%.

“Saat ini kita berorientasi kepada sektor produktif agar penyaluran pembiayaan UMKM berjalan lebih optimal. Dan diharapkan ekosistem pembiayaan yang terintegrasi mulai dari program bantuan sosial sampai bantuan komersial keuangan bisa didorong agar UMKM segera bisa naik kelas,”. Tutup Menko Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.