Kemenperin Galakkan Transformasi Digital Untuk Industri Mamin

oleh -71 views
img167660375437529614
Foto : Dok. Kemenperin

Panennews.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan berbagai upaya untuk mendorong daya saing industri makanan dan minuman (mamin) di tanah air, salah satunya melalui percepatan transformasi digital.

Dalam hal ini, Kemenperin menyediakan fasilitas yang mencakup pelaksanaan  Self Asseement INDI 4.0 Readiness Index dengan target 800 perusahaan pada tahun 2022 dan 2023, dilanjutkan dengan bimbingan teknis transformasi industri 4.0 bagi manager dan engineer secara bertahap.

Adanya pandemi covid-19 menjadi akselerator industri mamin dalam menerapkan transformasi digital. Kesulitan mobilitas di awal pandemi, dijawab dengan lahirnya Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri oleh Kemenperin sehingga industri mamin dapat terus beroperasi.

“Sejak diluncurkan secara resmi pada 4 April tahun 2018, Kemenperin telah mendorong implementasi industri 4.0 di sektor industri mamin melalui berbagai upaya antara lain penunjukan lighthouse implementasi industri 4.0, bimtek transformasi industri 4.0 untuk 455 SDM industri mamin serta 800 SDM koperasi susu yang bermitra dengan industri pengolahan susu”. Ungkap Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika di Jakarta, Kamis (16/02/2023).

Baca Juga :   Tinjau Perdagangan Internasional, Industri Makanan Dan Minuman Tembus 37 Persen

Selain itu, Sektor mamin juga menjadi sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan industri mamin agar Indonesia bisa menjadi pemimpin di kancah regional dan juga global.

Saat ini, perusahaan industri sudah menyadari akan pentingnya industri 4.0 dan mulai melakukan transformasi digital agar menjadi lebih efisien.

“Perusahaan industri mamin juga telah berupaya melakukan efisiensi energi dengan meng-upgrade teknologi yang lebih hemat energi dan juga manajemen energi yang lebih baik serta penggunaan energi terbarukan seperti solar panel dan biomassa untuk bahan bakar boilernya,”. Tutur Putu.

Baca Juga :   Wujudkan Perekonomian Nasional, Pemerintah Terus Perkuat Kebijakan Sektor Industri

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman, Adhi S. Lukman, menyampaikan bahwa produsen mamin membutuhkan teknologi yang dapat mengintegrasikan dan menyediakan visibilitas menyeluruh terhadap tiap siklus hidup sistem rantai pasok mulai dari suplai bahan baku, proses produksi, pengemasan, distribusi hingga sampai ke tangan konsumen.

“Teknologi ini membutuhkan tenaga ahli yang terampil dalam pengoperasiannya. Pengembangan SDM inilah yang menjadi fokus GAPMMI saat ini dalam mendukung para anggota kami,”. Tutup Adhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.