Harga Melonjak, Bulog Ungkapkan Ada Penyimpangan Distribusi Beras

oleh -53 views
WhatsApp-Image-2023-02-02-at-15.25.11
Foto : Dok. Bulog

Panennews.com – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan ada penyimpangan dalam pendistribusian beras sebanyak 350 ton. Penyimpangan itu dilakukan oleh 7 orang yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Banten di wilayahnya.

Hal tersebut diungkapkan dalam konferensi pers di Polda Banten, Jum’at (10/02/2023). Adapun modus penyimpangan tersebut berupa pengoplosan beras impor bulog yang sejatinya sebagai upaya stabilisasi harga pasar.

Modus yang dilakukan pelaku juga mengganti kemasan bulog ke dalam kemasan beras premium yang biasanya dijual pada pasar dengan harga mahal. Ada beberapa merk beras yang saat ini terungkap diantaranya Dewi Sri, Rojo Lele, dan juga SB. Adapun pelaksanaan modus ini, beras bulog kemasan 50 kilogram dikemas ulang ke beberapa ukuran, mulai dari 5 kilogram hingga 25 kilogram dan dijual dengan harga tinggi.

Baca Juga :   Presiden Jokowi: Pandemi Jadi Momentum Transformasi Fundamental Ekonomi

“Bagaimana mungkin beras bulog, mereka beli Rp. 8.300 per-kilogram langsung diganti kemasannya dan dijual dengan itungan harga beras premium yang rata-ratanya Rp. 12.000 per-kilogramnya”. Ungkap Budi Waseso.

Selain itu, Dirut Bulog Budi Waseso pun juga sudah menduga ada motif pelanggaran dan penyimpangan pendistribusian beras dalam sidak dadakan yang dilakukan sebelum pengungkapan ini.

“Sebagai naluri saya mantan polisi saya bilang pasti ada pelanggaran itu kenapa saya waktu itu dengan wartawan sidak dadakan yang tak direncanakan. Sehingga saya temukan pelanggaran itu, seperti yang diperiksa dan hari ini ditemukan oleh Polda Banten,”Tutur Dirut Bulog.

Baca Juga :   Jaga Stok Beras Cadangan Pemerintah, Bapanas Serap Produksi Padi Petani

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Didik Haryanto mengungkapkan dari kejadian ini menghasilkan barang bukti yang berupa 350 ton beras, 3 buah timbangan digital, 6 buah mesin jahit karung, ribuan karung beras, dan juga 50 bundel nota penjualan.

“ada 50 bundel nota penjualan, adapun dari nota penjualan ini mencari keuntungan pribadi dengan modus mengganti kemasan bulog menjadi beras premium”. Ungkap Didik.

Lebih lanjut, Didik juga menyebutkan 7 tersangka ini ditangkap dan dituntut hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp. 2 Milliar. Adapun para tersangka ini ditangkap di daerah Lebak, Cilegon, Kabupaten Serang, dan juga Pandeglang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.