DPD RI Dorong Revitalisasi Dan Hilirisasi Industri Karet

oleh -56 views
WhatsApp Image 2023-02-17 at 07.20.09
Foto : DPD RI

Panennews.com – Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terhadap petani dan industri perkebunan karet di daerah.

“Industri perkebunan karet alam kita sedang berada dalam situasi yang tidak menggembirakan akhir-akhir ini dengan hasil produksi yang terus menurun di banyak daerah. Data Dirjend perkebunan 2017-2021 menunjukkan produksi karet kita menyusut hingga minus 9 persen”. Ungkap Sultan melalui keterangan resminya pada Senin (20/02/2023).

Adapun penurunan produktivitas karet disebabkan para petani semakin tidak minat menanam karet alam lagi. Dikhawatirkan masalah ini akan mempersulit para pengusaha ban memperoleh bahan baku.

Baca Juga :   KLHK Amankan Industri Pengolahan Kayu Ilegal Di Sulawesi

Karena 80 persen produsen karet alam didominasi oleh para petani kecil, kata Sultan, nyaris tidak terdengar adanya korporasi karet di Indonesia, sehingga hampir tidak ada juga perhatian pemerintah terhadap Komoditi perkebunan ini.
“Kami mendapati keluhan petani terhadap anjloknya harga karet terjadi masif di daerah penghasil utama karet. Dan diproyeksikan harga karet akan menurun hingga ke US$1,23 per kilogram pada tahun 2023 seiring adanya ancaman resesi yang membuat penurunan permintaan terhadap karet alam”. Tutur Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Baca Juga :   Perdana, Pabrik Tempe Resmi Berdiri Di Tiongkok

Oleh karena itu, kata Sultan, kami mendorong Pemerintah melihat hal ini sebagai kesempatan untuk melakukan hilirisasi dan inovasi karet alam, termasuk revitalisasi industri perkebunan karet. Sehingga harga karet alam dalam negeri bisa kembali naik sesuai harapan para petani.

“Petani karet perlu diberikan insentif fiskal dan jaminan harga yang proporsional terutama untuk memenuhi kebutuhan karet alam dalam negeri”. Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.