Sawah Puso, Harga Beras Melejit, Bulog Pati Janji Gelar Operasi Pasar

oleh -19 views
bulog Pati
Stok beras di gudang Bulog Pati. (Panennews.com/Ahmad Muharror)

Panennews.com – Harga beras di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, berangsur melejit naik. Disinyalir imbas banjir yang sepekan lebih merendam sejumlah wilayah di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani.

Terlebih, berdasarkan data Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, sebanyak 2.674 hektare sawah di Pati terdampak banjir. Mirisnya, 653 hektare diantaranya dinyatakan puso (gagal panen).

Hal itu membuat DPRD Pati bersama Perum Bulog dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk mengendalikan stok dan harga beras, Kamis (12/1/2023).

Bertempat di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Pati, Ketua DPRD Ali Badrudin, menjelaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap komoditas pangan seperti beras jika mengalami kenaikan yang signifikan dikarenakan masalah banjir.

Baca Juga :   Kebijakan Menteri KKP soal Penguatan Pengawasan di NTB Didukung DPR dan Pemerintah Daerah

“Disituasi banjir ini ada kenaikan beras yang terlalu melejit, Komisi B dan Pimpinan DPRD melakukan rapat koordinasi dengan Bulog dan Dinas Perdagangan Pati,” ujarnya.

Ali meminta instansi terkait, agar segara mengendalikan harga dengan melakukan operasi pasar di 21 kecamatan yang ada di Pati.

Stok yang ada di gudang Bulog Pati saat ini pun, dinilainya masih cukup untuk dilaksanakan operasi pasar. Dengan harapan, harga beras di pasaran yang mencapai Rp 13.000 saat ini dapat turun. Apalagi, harga jual Bulog terhadap beras hanya Rp 8.300.

Baca Juga :   Ungkap Penyebab Mamalia Laut Terdampar, KKP Libatkan Dokter Hewan dan Peneliti Oseanografi

“Bulog ini masih mempunyai stok beras 980 ton sekian, dengan harga untuk operasi pasar itu kalau dari Bulog biru Rp 8.300, beda lagi kalau sudah keluar nanti kenaikannya harus sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi),” tambahnya.

Kepala Perum Bulog Pati, Ricky Soesono mengaku, siap melaksanakan operasi pasar di tiap kecamatan. Apalagi, saat ini pihaknya hanya melakukan operasi sesuai perintah instansi yang meminta.

“Kita mengatur stok beras dan harga saat ini. Dipasaran harganya sekitar Rp 12.000. Kita tetap melaksanakan operasi pasar setiap tahun. Saat ini kami melaksanakan sesuai perintah dinas, biasanya begitu,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.