PMK Gelombang Dua Merambah Pati, Lebih Berbahaya?

oleh -12 views
Hewan Sapi
Ilustrasi Hewan Sapi - Foto : Panen News/Amar

Panennews.com – Peternak di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, kembali dihantui Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Khususnya bagi hewan ternak yang belum sempat divaksin pada awal pandemi.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati, Andi Hirawadi mengatakan, hewan ternak yang belum disuntik vaksin sangat rentan terjangkit PMK gelombang kedua.

“Perkembangan PMK saat ini memang ada serangan kedua. Terutama yang diserang adalah ternak yang tidak divaksin, kalau divaksin aman,” ujarnya, Jumat (20/1/2023).

Disebutnya, PMK ini telah banyak menyerang hewan ternak di daerah tetangga, seperti Kabupaten Blora dan Rembang. Sehingga sangat mungkin untuk masuk ke wilayah kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani.

Baca Juga :   Punya Kura-kura Peliharan di Rumah, Begini Cara Merawatnya

Lantaran tidak menutup kemungkinan adanya transaksi jual beli hewan ternak di dua kabupaten tersebut. Ini terbukti banyaknya hewan ternak khususnya sapi yang terjangkit PMK di daerah perbatasan.

“Kemarin kami mengambil sampel di Desa Kletek, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, karena dekat dengan Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Di sana, sapi yang sudah divaksin aman yang belum kena (PMK) semua,” ungkapnya.

Ia khawatir, PMK gelombang kedua ini lebih ganas ketimbang gelombang pertama dulu. Meskipun tidak separah dulu, pihaknya sudah menerima laporan ratusan sapi yang tewas akibat PMK.

Baca Juga :   Mentan SYL Dorong Peternakan Modern Berbasis Teknologi

“Kami ambil sampel darah dan swab untuk diuji virus lewat PCR baik yang sakit atau sehat. Saya khawatir virusnya lebih ganas dibandingkan lalu,” jelasnya.

Iapun mengimbau kepada seluruh peternak yang ada di Pati untuk segera memvaksin hewan ternaknya, terkhusus sapi dan kerbau. Termasuk tidak membeli ternak untuk sementara waktu dari daerah lain.

“Vaksin ini sangat penting dan tidak berbahaya. Masyarakat banyak yang takut, seperti saat ini banyak yang minta divaksin. Padahal kalau sudah terlambat ya percuma,” terangnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.