Kunjungan Wisata Kawasan Konservasi Tahun 2022 Meningkat

oleh -43 views
1673832931
Foto : KLHK

Panennews.com – Pada tahun 2022 kunjungan wisata alam ke kawasan konservasi tercatat sebanyak total 5,29 juta orang. Jumlah tersebut terdiri atas 5,1 juta wisatawan domestik dan 189 ribu wisatawan mancanegara.

“Kondisi ini lebih tinggi atau meningkat hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan data pada tahun 2021, dimana kunjungan wisatawan domestik 2,9 juta dan wisatawan mancanegara 12 ribu,”. Ungkap Menteri LHK Siti Nurbaya di Jakarta, Jumat (13/01/2023).

Berdasarkan jumlah kunjungan wisata alam tersebut, telah menghasilkan nilai PNBP dari pungutan masuk obyek wisata alam sebesar Rp. 96,7 miliar pada tahun 2022 dan sebesar Rp. 34,2 miliar pada tahun 2021.

Lebih lanjut, Menteri Siti menyampaikan jumlah kunjungan diprediksi akan terus meningkat dimasa mendatang. Hal ini seiring dengan pengembangan obyek wisata alam, serta penerapan teknologi informasi sebagai media pemasaran/ promosi serta kemudahan pelayanan melalui system E-Ticketing.

“Sistem ini juga sebagai upaya untuk penerapan pembatasan pengunjung atau kuota pengunjung, yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis daya dukung daya tampung kawasan konservasi untuk menjaga aspek konservasi alam,”. Ungkapnya.

Baca Juga :   Bangkitnya Mina Wisata di Samberembe

Selain itu, Menteri Siti mengatakan pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam juga memberikan multiplier effect kepada masyarakat. Dari sisi serapan tenaga kerja, kegiatan wisata alam di kawasan konservasi telah memberikan lapangan kerja untuk setidaknya 4.000 orang. Mereka terdaftar sebagai tenaga kerja para pemegang perijinan berusaha di kawasan konservasi.

Sementara itu, kegiatan wisata alam di kawasan konservasi juga telah menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sebagai penyedia jasa makanan dan minuman, pemandu wisata dan penyedia cinderamata. Hingga Desember 2022, masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut meningkat lebih dari 100% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai contoh, pada kurun waktu 2021 dan 2022 di Taman Nasional Rinjani terdapat peningkatan pelaku wisata alam yaitu tour operator yang melakukan usahanya meningkat dari 70 menjadi 109, guide meningkat dari 794 menjadi 3.907, porter dari 1.841 menjadi 11.577.

Baca Juga :   Penanganan Sampah Laut, Kementerian LHK Gelar Gerakan Indonesia Bersih (GIB)

Lebih lanjut, Nilai kemanfaatan kegiatan wisata alam di kawasan konservasi turut memberikan dampak ekonomi, contohnya wisata alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango . Berdasarkan hasil survey pada bulan Oktober 2021, pada saat berlangsung PPKM level 4, secara umum nilai kemanfaatan Gunung Gede di sektor wisata memberikan potensi pendapatan kotor sekitar 173 ribu/orang/hari, dan pendapatan bersih  sekitar Rp. 134.000/orang/hari. Nilai ini dihitung terhadap semua jenis kegiatan wisata alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.