Kembangkan Sistem Pendongkrak Panen Ikan, Anak Petani Sragen Diganjar Penghargaan Dunia

oleh -48 views
Sistem Pendongkrak Panen Ikan
Uji coba perangkat Banoo untuk meningkatkan hasil perikanan. (Panennews.com/tim Banoo)

Panennews.com – Inovator lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Fajar Sidik Abdullah Kelana masuk dalam daftar 20 inovator di ajang penghargaan dunia, James Dyson Award di Inggris. Capaian ini lantaran ia mengembangkan Banoo, sistem pemacu produktivitas perikanan.

Fajar, yang putra seorang petani di Sragen, Jawa Tengah, menyatakan mengembangkan alat ini beberapa tahun lalu setelah melihat hasil perikanan kerap tak optimal.

“Sebuah kebanggaan bagi saya sebagai pemuda Indonesia dan anak dari keluarga petani di Sragen, mendapatkan penghargaan dan diapresiasi oleh James Dyson Award,” ujar Fajar, di Yogyakarta, Jumat (6/1/2023).

Ia menjelaskan, Banoo merupakan alat microbubble generator untuk budidaya ikan. Alat ini bisa menghasilkan gelembung udara berukuran 40 mikron di dalam air yang mampu meningkatkan dissolved oxygen atau oksigen terlarut di dalam air hingga 10 ppm.

Baca Juga :   Proses Pengolahan Tanah Tahap Kedua dengan Garu Sisir

“Teknologi ini sudah terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan pertumbuhan ikan dan peningkatan hasil panen pembudidaya ikan 78% lebih banyak dari alat aerasi kolam yang ada di pasaran,” ujar Fajar.

Fajar menyebut, Banoo terintegrasi sensor kualitas air berbasis IoT sehingga dapat Banoo beroperasi secara otomatis sesuai kualitas air di kolam.

“Jadi ketika oksigen terlarut di dalam air rendah, sensor akan menyalakan alat untuk memproduksi gelembung oksigen berukuran mikron. Fitur dan sistem ini bertujuan untuk menghemat konsumsi energi listrik,” papar alumnus KTH Royal Institute of Technology Swedia selepas dari UGM ini.

Baca Juga :   KKP Luncurkan Diva Tuna Untuk Transparansi Data Kapal Penangkap Tuna,

Atas karyanya itu, Fajar masuk ke dalam peringkat 20 inovator dalam James Dyson Award, penghargaan internasional yang diselenggarakan oleh James Dyson, inovator terkemuka di dunia asal Inggris.

Ia menyatakan inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan. “Penghargaan dari level nasional dan internasional bukan menjadi tujuan utama, tapi itu hanya bonus atas jerih payah dan kerja keras kita untuk bangsa,” katanya.

Selanjutnya Banoo akan dikembangkan untuk terkoneksi dengan smartphone melalui aplikasi. Ke depan, sistem ini juga akan dikembangkan berbasis energi surya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.