Hikapel, Melon Sebesar Apel yang Kaya Gizi dan Bernilai Ekonomi Tinggi

oleh -18 views
Dekan Fakultas Biologi UGM Budi Daryono Setiadi
Dekan Fakultas Biologi UGM Budi Daryono Setiadi dan melon Hikapel. (Panennews.com/Dok.UGM)

Panennews.com – Peneliti Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan buah melon sebesar apel yang kaya antioksidan dan vitamin C.

Melon bernama Hikapel ini berukuran lebih kecil dari melon pada umumnya dan bobotnya 300-800 gram per buah. Daging buahnya berwarna oranye, bukan hijau.
Meski begitu, Hikapel tetap memiliki rasa manis layaknya melon dan aromanya harum.

“Melon Hikapel ini mengandung senyawa betakaroten yang cukup tinggi dan berguna bagi kesehatan mata, kaya antioksidan, serta mengandung vitamin C dan beberapa mineral lainnya,” papar peneliti Hikapel sekaligus Dekan Fakultas Biologi UGM, Budi Setiadi Daryono.

Uniknya, melon Hikapel dikembangkan dari keluhan emak-emak di sebuah perkumpulan sosialita di Yogyakarta dan Jakarta. Pada 2011 mereka ditawari melon hasil riset UGM sebelumnya, yaitu Melodi Gama 1, 2, dan 3 serta melon GMB dan Tacapa.

Namun mereka justru mengeluhkan berat dan besarnya buah melon hasil riset itu yang seukuran semangka. Melon itu dianggap tidak praktis dibawa dan dikonsumsi.

Baca Juga :   Ekor Kucing, Tanaman Hias Bermanfaat Herbal

“Ribet katanya. Selain itu juga tidak habis sekali makan karena besar sehingga harus disimpan di kulkas dan makan tempat,” papar Budi di kampus Fakultas Biologi UGM, Senin (9/10/2023).

Selepas pertemuan tersebut, Budi dan tim merakit kultivar melon baru. Hingga akhirnya di 2012, Budi dapat menciptakan handy melon yang namanya kependekan dari Hikadi Apel. Hikadi adalah akronim nama putra bungsu Budi.

Selain sarat kandungan gizi, melon ini juga memiliki masa tanam yang relatif lebih cepat yakni 60 hari dibanding melon pada umumnya dengan masa tanam 90 hari.

“Kalau melon Hikapel ini harga jualnya Rp35 ribu per kilonya di sekitar Jogja. Sedangkan melon pada umumnya per kilogramnya Rp10 ribu. Jadi, nilai ekonominya cukup besar,” imbuhnya.

Budi menyebut, buah ini telah dipasarkan di sejumlah swalayan di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jabodetabek. Hikapel juga tengah dikembangkan sebagai produk ekspor melalui kolaborasi dengan beberapa perusahaan nasional dan internasional.

Baca Juga :   Cara Menanam Melon di Polybag Pekarangan Rumah

“Benih melon ini juga siap untuk dipasarkan sebagai benih unggul untuk menguatkan industri benih nasional,” katanya.

Tak berhenti di handy melon, Budi dan timnya saat ini berinovasi dengan baby melon yang lebih kecil.

Baby melon juga tidak terkontaminasi oleh senyawa ethrel yang berbahaya serta rendah pestisida. Varietas ini sudah tercatat dalam Daftar Umum di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman.

“Ukuran buahnya mini. Karakteristiknya sama dengan melon Hikapel. Namun, dari segi rasa baby melon Hikapel memiliki tingkat kemanisan yang tinggi dan aroma wangi yang khas,” tuturnya.

Selama 25 tahun fokus meneliti melon, Budi dan tim telah menghasilkan inovasi 17 produk. Ada 16 produk bisa dikonsumsi, sementara satu produk berupa Gama Melon Parfum yang dimanfaatkan dalam industri kosmetik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.