Bendungan Beringin Sila Diresmikan Presiden, Petani Berharap Tanam Padi 2-3 Kali Setahun

oleh -23 views
kominfo-jokowi-bendungan-sumbawa (1)
Presiden RI H Joko Widodo didamping Menteri PUPR, Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa resmikan Bendungan Beringin Sila, Sumbawa. (Panennews.com/Istimewa)

Panennews.com – Presiden Jokowi menjelaskan, peresmian Bendungan Beringin Sila merupakan peresmian Bendungan ke empat dari enam Bendungan yang telah dibangun di wilayah NTB.

Di samping Bendungan Beringin Sila, tiga bendungan yang telah diresmikan yakni Bendungan Tanju (Dompu), Bendungan Mila (Dompu) dan Bendungan Bintang Bano (KSB). Sedangkan bendungan Meninting (Lombok Barat) dan Bendungan Tiu Suntuk (KSB) ditargetkan akan diresmikan tahun 2023.

“Alhmdulillah Bendungan Beringin Sila bisa kita resmikan hari ini. Bendungan sudah selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kunci pembangunan di NTB adalah ketersediaan air. Dengan adanya suplai air yang kontinu dari Bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam,” kata Presiden Joko Widodo pada Peresmian Bendungan Beringin Sila, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa,NTB, Kamis (29/12/2022).

Baca Juga :   Masuki Masa Panen Raya, Kementan Pastikan Stok Beras Aman

Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR dan Gubernur NTB menyebutkan, bahwa pembangunan enam bendungan di wilayah NTB sejak tahun 2015 lalu, merupakan wujud pemerataan pembangunan infrastruktur untuk mendukung ketersedian air dan ketahanan pangan nasional.

Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono menjelaskan, pembangunan Bendungan Beringin Sila dilakukan sejak Januari 2019 dengan biaya sebesar Rp1.721 triliun.

Pembangunan dilakukan dalam dua paket dimana Paket I dilaksanakan oleh PT Abipraya – Mina (KSO), sedangkan Paket II oleh PT Nindya – Lestari (KSO) dan supervisi dilaksanakan oleh PT Indra Karya–Bina–Tuah (KSO).

Baca Juga :   Sapa Petani dan Penyuluh, Mentan SYL Targetkan Produksi 20 Juta Ton Beras

Konstruksi Bendungan Beringin Sila didesain dengan tinggi 70,5 m, panjang 787,58 m, dan lebar puncak 12 m. Dengan total kapasitas tampungan 27,46 juta m3 dan luas genangan 126 Ha.

Bendungan ini nantinya akan mampu mengairi lahan seluas 3.500 Ha dan menghasilkan air baku sebesar 76 liter/detik untuk mendukung pertanian di Kabupaten Sumbawa.

Selain itu, kehadiran bendungan ini juga memberikan manfaat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) sebesar 1,4 MW, reduksi banjir sebesar 90,37 m3/detik, serta potensi sebagai tempat pariwisata, perikanan tangkap, dan tempat konservasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.