Antisipasi Krisis Pangan dan Energi HUT NTT Dirayakan Dengan Tanam Jagung dan Sorgum

oleh -69 views
jagung_petani
Foto : Pexels

Panennews.com – Untuk kedua kalinya Hari Ulang Tahun NTT ke 64 20 Desember 2022 dirayakan dengan tanam jagung dan sorgum di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Perayaan HUT NTT kali ini beda. Sebelumnya melalui upacara di Kupang, kali ini dilangsungkan di desa yang dianggap unggul dibidanf pertanian. Desa Hameli termasuk yang unggul dalam program Pemprov NTT, Tanam Jagung Panen Sapi ( TJPS). Karena itu dirayakan disana,” kata Plt Sekda NTT Johana Lisapaly, Jumat (16/12/2022).

Perayaan HUT NTT 20 Desember 2022 kali ini dengan tema “Modernisasi Proses Pembangunan Mewujudkan NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera” jelas Johana dilasanakan secera sederhana tetapi bermakna.

“Kebijakan ini diambil setelah Pemerintah Provinsi NTT melihat adanya ancaman krisis pangan dan energi yang diprediksi akan terjadi di tahun 2023 ,” jelas Johana yang juga Kepala Dinas PeternakanProvinsi NTT ini.

Baca Juga :   Kenali Jenis Hama Pada Tanaman Jagung Dan Begini Cara Mengatasinya

Menurut Johana, perayaan HUT ini akan diisi dengan menanam sejumlah tanaman untuk memberikan motivasi kepada seluruh masyarakat NTT agar memanfaatkan semua lahan dan pekarangan yang dimiliki.

“Di Desa Hameli Ate nanti akan aksi tanam tanaman holtikultura. Selain jagung untuk program tanam jagung penen sapi ( TJPS ) juga akan ditanam sorgum. Ini untuk menyiapkan stok pangan, mengantisipasi , untuk ketersediaan stok pangan mengantisipasi krisis energi dan pangan nanti ,” katanya.

Untuk diketahui, salah satu program unggulan GUbernur NTT adalah program tanam jagung panen sapi ( TJPS). Jagung selain untuk kebutuhan pangan juga dapat dijual, diantarpulaukan. Sementara batang dan daunnya dijadikan pakan untuk makanan sapi. Sampqai bulan November 2022 lalu masyarakat telah mengembangkan lagi 15.000 ha untuk program TJPS ini.

Baca Juga :   Petani Milenial NTT Ubah Lahan Tandus Jadi Tanaman Hortikultura

“Hasilnya nanti, petani harus jual sekalian dengan tongkol jagungnya dan tidak perlu untuk menjemurnya lagi. Kalau kita produksi 15 ha, kita bisa hasilkan Rp 400 miliar,” sebut Johana.

Kedepan lanjut Johana, TJPS itu dikkenal sebagai Tanam Jagung Panen Sapi nantinya TJPS harus dimaknai dengan Tanam Jagung Panen Sarjana.

“Hal itu karena jagung hadir bukan untuk mengentaskan saja kemiskinan semata tetapi juga menjadi jalan menuju kemakmuran ,” kata Johana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.