Tingkatkan Kualitas Bibit Rumput Laut, KKP Kembangkan Metode Kultur Jaringan

oleh -35 views
_KKP Kembangkan Kultur Jaringan Rumput Laut1
Foto : Dok. KKP

Panennews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan teknologi kultur jaringan untuk meningkatkan kualitas rumput laut. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas bibit rumput laut.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu mengatakan rumput laut merupakan salah satu komoditas utama perikanan budidaya yang menjadi andalan dalam peningkatan produksi, meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Namun dalam pengembangannya kebutuhan bibit rumput laut sangat ditentukan dari ketersediaan bibit dalam jumlah cukup, masif, tepat waktu dan terjangkau, karena salah satu faktor pembatas peningkatan produksi rumput laut adalah ketersediaan bibit rumput laut yang berkualitas.

Hingga saat ini bibit yang digunakan oleh pembudidaya rumput laut sebagian besar masih berasal dari pengembangan vegetatif, dengan cara menyisihkan thalus dari hasil budidaya.

Selain itu, sisi teknis budidaya, bisnis penyediaan bibit rumput laut masih sangat berpotensi untuk didorong, karena secara teknis metode budidaya rumput laut mudah, murah, umur panen pendek, panen dan pasca panen sederhana, serta menyerap banyak tenaga kerja.

Baca Juga :   Fakta Menarik Belut Moray, Biota Laut Bertubuh Panjang

Seiring dengan berkembangnya usaha budidaya rumput laut, maka keberadaan sentra pembibitan atau kebun bibit rumput laut sangat diperlukan dalam rangka mendukung berkembangnya usaha budidaya rumput laut di masyarakat.

Salah satu program prioritas Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP dalam mendukung penyediaan bibit unggul secara berkesinambungan yaitu melalui pemberian paket bantuan Kebun Bibit Rumput Laut kultur jaringan di daerah kawasan pengembangan budidaya rumput laut.

“Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP pada Tahun 2022 melaksanakan kegiatan pemberian paket bantuan Kebun Bibit Rumput Laut kultur jaringan kepada kelompok pembudidaya untuk dapat menjaga ketersediaan bibit rumput laut dengan baik secara kualitas dan kuantitas serta berkelanjutan,”. UngkapTebe –sapaan akrab Tb Haeru Rahayu-.

Sementara itu, menurut Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, Sarwono menyampaikan rumput laut kultur jaringan merupakan metode untuk memisahkan atau mengisolasi bagian dari rumput laut seperti sel atau jaringan, serta membudidayakannya dalam lingkungan yang terkendali dan aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri atau beregenerasi menjadi tanaman lengkap.

Baca Juga :   Nelayan dan Dinas Terkait di Bangka Lepaskan Ikan Hiu Paus yang Terjerat Jaring

“Rumput laut kultur jaringan bisa lebih tahan terhadap penyakit, dan produksinya bisa lebih stabil,”. Tegas Sarwono.

Lebih lanjut, Dia menjelaskan saat ini BPBL Ambon memiliki target produksi 2 ton bibit rumput laut kultur jaringan, dengan memproduksi plantlet rumput laut kultur jaringan dari BPBL Ambon hingga mencapai 5.000 individu plantlet. Sedangkan, saat ini kebutuhan pembudidaya di wilayah kerja BPBL Ambon mencapai 1,5 ton bibit rumput laut.

Bibit Rumput Laut kultur jaringan yang menjadi konsentrasi KKP juga mulai dirasakan manfaatnya oleh para pembudidaya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

Salah satu pembudidaya rumput laut dari Kelompok Yawan Ridol Mandiri, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Andi Batlayri mengatakan budidaya rumput laut kultur jaringan menurutnya lebih menguntungkan bagi para pembudidaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.