KKP Lestarikan Ikan Endemik Di Waduk Jatibarang

oleh -28 views
Lestarikan Ikan Endemik 3
Foto : Dok. KKP

Panennews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya melestarikan ikan endemik Indonesia, termasuk di  Waduk Jatibarang, Jawa Tengah. Selain sebagai implementasi program ekonomi biru untuk budidaya berkelanjutan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga populasi ikan endemik dari kepunahan, sekaligus menjamin ketahanan pangan dan kebutuhan protein.

“Waduk Jatibarang sebagai perairan umum yang memegang peranan penting dalam menghasilkan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dan juga disukai masyarakat. Salah satu manfaat pengelolaan perairan umum adalah menjaga keberlanjutan ekosistem waduk”. Ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu.

Atas dasar itulah, tebar benih ikan lokal dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi di Waduk Jatibarang  sebanyak 150 ribu ekor, yang terdiri dari benih ikan nilem, ikan tawes dan ikan wader. Tebe sapaan akrab Tb Haeru Rahayu mengatakan kegiatan tebar benih ikan tersebut sangat bermanfaat untuk menjaga populasi ikan dan mencegah dari kepunahan komoditas bernilai ekonomis tinggi.

Tebe menambahkan melalui kegiatan tebar benih ikan di perairan umum, tentunya menyampaikan pesan bahwa pengembangan budidaya berkelanjutan berbasis pada ekonomi  dapat menyeimbangkan antara kepentingan ekologi, ekonomi dan manfaat sosial bagi masyarakat.

Baca Juga :   Digitalisasi Pelayanan SLO, Inovasi Pelayanan Publik di Sektor KP

“Manfaat dari kegiatan tebar benih ikan hasil budidaya di perairan umum tentunya selain melestarikan keanekaragaman sumberdaya ikan di perairan umum, nantinya dapat juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perairan umum tersebut, serta menjamin ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan protein di masa depan,”. Ungkap Tebe.

Kegiatan tebar benih ikan lokal di perairan umum dapat menjaga kepunahan komoditas ikan lokal bernilai ekonomis tinggi. Beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Ditjen Perikanan budidaya yang fokus mengembangkan ikan-ikan lokal asli Indonesia antara lain Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, dan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin.

Sementara itu, guna mendukung keberlanjutan komoditas ikan lokal yang bernilai ekonomis tinggi, Kepala BBPBAT Sukabumi, Fernando J Simanjuntak mengatakan pihaknya fokus produksi pengembangan budidaya ikan lokal. Baik untuk bantuan stimulan, maupun ditebar di perairan umum, seperti sungai, waduk atau danau.

Baca Juga :   Cara Jitu KKP Dekatkan UMKM dengan Akses Pemodalan

Fernando menyampaikan BBPBAT Sukabumi saat ini tengah mengembangkan komoditas ikan lokal khas perairan Jawa seperti ikan nilem, ikan tawes, ikan baung, ikan wader dan udang galah. Seperti diketahui pada tahun 2022 BBPBAT Sukabumi memiliki target produksi untuk empat komoditas ikan lokal tersebut.

“Target tahun 2022 distribusi BBPBAT Sukabumi untuk ikan nilem 2 juta ekor benih, ikan tawes 193.931 ekor benih, ikan baung 600 ribu ekor benih, dan udang Galah 1,5 juta ekor benih,”. Ungkap Nando.

Lebih lanjut, Widodo selaku Sekretaris Kelompok Sadar Wisata, Sukomakmur menyambut gembira dan berterimakasih atas bantuan benih ikan lokal dari KKP yang merupakan ikan endemik di Waduk Jatibarang.

“Semoga kegiatan bantuan benih ikan lokal untuk penebaran di Waduk Jatibarang ini bisa terus berkelanjutan, sehingga bisa menambah populasi ikan di waduk. Kami akan selalu menjaga bantuan benih ikan lokal yang diberikan KKP, sampai terus berkembang biak. Kami selalu berpedoman pada kaidah pelestarian sumber daya perairan waduk,”. Tegas Widodo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.