Kawal Ketahanan Pangan, Kementan Gemakan Program Jaga Pangan Di Wilayah Perbatasan

oleh -149 views
download (21)
Foto : Dok. Kementan

Panennews.com – Pangan merupakan sektor penting untuk membangun bangsa dan negara agar lebih maju dan berkembang, sekaligus sebagai tolak ukur kesejahteraan rakyat. Untuk itu Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) menginisiasi program “Jaga Pangan” yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan, keamanan dan stabilitas pangan.

“ Untuk mendukung program Kementan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran, Itjen Kementan membentuk program Jaga Pangan yang secara resmi dicanangkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pada 20 April 2022 lalu, “. Ungkap Irjen Kementan, Jan Samuel Maringka saat menjadi pembina Apel Siaga Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Optimalisasi Fungsi Karantina Wilayah Perbatasan dan Wilayah Terluar di Tugu Prasasti Titik Nol Kilometer Kota Sabang, Provinsi Aceh, Sabtu (27/08/ 2022)

Baca Juga :   Mentan Ke Mahasiwa, Jadilah SDM Unggul dan Kuasai Pasar Dunia

Jan Samuel menyebutkan bahwa Program Jaga Pangan digerakkan mulai dari wilayah perbatasan seperti Miangas, Rote, Entikong, Sabang dan juga wilayah perbatasan Indonesia lainnya.

“ Harapannya agar dapat mewujudkan Kedaulatan Pangan dengan membangun Ketahanan Pangan dari titik-titik terluar Indonesia, “. Ungkapnya.

Menurut Jan Samuel, pemahaman dalam menjaga pangan harus dimiliki oleh semua pihak sehingga dapat mendukung keberhasilan pembangunan pertanian.

Kementan memandang perlu membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk mengawal tercapainya keberhasilan program Kementerian Pertanian.

“ Untuk itu selain Karantina Pertanian, jajaran TNI, Polri, Kejaksaan, Karantina Pertanian, dan jajaran Pemkot Sabang juga turut dilibatkan dalam program Jaga Pangan, “. Tegas Jan Samuel

Selain itu, Apel Siaga PMK di Titik Nol Kilometer Kota Sabang merupakan salah satu upaya mendorong Badan Karantina Pertanian untuk terus meningkatkan fungsi penjagaan lalu lintas hewan, tumbuhan dan produknya di seluruh tempat masuk atau keluar, baik bandar udara, pelabuhan laut dan pos lintas batas negara yang telah ditetapkan.

Baca Juga :   Terpapar Bakteri E. coli, KKP Musnahkan 121,9 Kg Produk Perikanan di Ternate

Selain mampu mengidentifikasi permasalahan atau kendala pelaksanaan program Kementan dari mulai Wilayah Terluar NKRI, program Jaga Pangan juga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap penyakit PMK sebab wabah dapat menyebar secara cepat melalui arus transportasi daging dan ternak terinfeksi serta melalui udara (airborne).

“ Karena itu sekali lagi saya mengajak semua pihak untuk jaga pangan kita, menjaga ternak kita, untuk mewujudkan Ketahanan Pangan di Provinsi Aceh, “. Ungkap Jan Samuel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.