Akademisi Sumenep Edukasi Masyarakat Tentang Tahu Sutera

oleh -145 views
tahu
Foto : Istockphoto

Panennews.com – Guna peningkatan ekonomi masyarakat, akademisi dari Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah, Sumenep, Madura, Jawa Timur mengedukasi masyarakat dalam industri tahu untuk mendapatkan nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Tahu tersebut adalah tahu sutera yang memiliki teksture lebih lembut dibandingkan dengan tahu biasanya. Sehingga tahu ini diklaim akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Tahu sutera merupakan tahu yang lebih lunak dan lembut teksturnya dibandingkan dengan tahu biasa yang cenderung padat” ujar Ach. Haris Abdi Manaf, Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi Teknologi Hasil Pertanian IST Annuqayah, saat dihubungi Panen News (31/5/2022).

Menurutnya tahu sutera juga memiliki bahan baku dasarnya sama dengan tahu biasa, yaitu kedelai. Sementara itu tahu sutera sudah banyak dikenal dengan sebutan tofu.

Haris menjelaskan bahwa pihaknya juga telah mengadakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertajuk “Pelatihan Pengembangan Industri Tahu Skala Rumah Tangga Menjadi Tahu Sutera” pada bulan Maret lalu.

Baca Juga :   Indonesia Trading House Solusi Produk UMKM Ke Pasar Tiongkok

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ibu-ibu ibu-ibu rumah tangga di desa Jeddung, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura. Selain itu, program PKM tersebut juga menggandeng salah satu pabrik tahu yang berada di desa tersebut.

Lebih lanjut, Haris mengharapkan ibu-ibu di desa jaddung mampu memproduksi tahu menjadi tahu sutera yang bernilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan ekonomi keluarga, dan mengurangi kekerasan terhadap perempuan, di tengah pandemi saat ini, karena dengan demikian perempuan dapat mandiri dan bisa membantu pemulihan ekonomi di tengah keluarga” jelasnya.

Baca Juga :   Digitalisasi UMKM, Pemerintah Luncurkan Program Promise

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Vita Kurnia Utami menyambut baik program yang ditujukan kepada masyarakat ibu-ibu rumah tangga khususnya di Desa Jaddung.

“Supaya ibu-ibu mampu memanfaatkan produksi tahu biasa menjadi tahu sutera dengan cara murah meriah namun memiliki nilai ekonomi yang tinggi” terangnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membantu memperbaiki ekonomi keluarga ditengah pandemi, sekaligus memberikan semangat bagi perempuan untuk terus berusaha menghasilkan karya yang lebih kreatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.