KKP Melalui Budidaya Ikan Hias Nemo, Dukung Konservasi Alam

oleh -192 views
WhatsApp Image 2022-05-27 at 11.53.09 AM
Foto : Dok. KKP

Panennews.com – Ikan Nemo atau yang biasa dikenal di Indonesia sebagai ikan badut memang sangat menggemaskan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta ikan hias. Ikan nemo menjadi salah satu primadona ikan hias air laut yang saat ini telah dikembangkan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung.

Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung telah lama melaksanakan budidaya ikan nemo hingga mendistribusikan bantuan kepada para pembudidaya ikan hias. Pada tahun 2022, kegiatan prioritas BBPBL Lampung, salah satunya memberikan bantuan yang disalurkan kepada masyarakat pembudidaya, sementara target budidaya ikan nemo yang di BBPBL Lampung sebanyak 30.000 ekor.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu mengatakan budidaya ikan hias laut telah berkembang secara pesat, perkembangan tersebut pada teknologi pembenihan dan pembesaran beberapa jenis ikan hias laut.

Baca Juga :   Ternyata Ini Alasan Budidaya Rumput Laut Mulai Dilirik Banyak Orang

“Guna meminimalisir ikan hias hasil tangkapan alam, DJPB melalui BBPBL Lampung telah lama mengembangkan teknologi terapan budidaya nemo, mulai dari teknologi penjodohan, teknologi pengelolaan induk, teknologi pemeliharaan larva, hingga teknologi pendederan dan pembesaran ikan nemo,”. Ungkap Dirjen Tebe.

Selain itu, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Mulyanto mengatakan BBPBL Lampung telah lama membudidayakan ikan hias laut nemo. Pada tahun 2022 pihaknya mengaku menargetkan produksi ikan nemo sebanyak 30.000 ekor.

“Tahun 2022, kami memiliki target produksi 30.000 ekor ikan nemo, 20.000 ekornya kami akan distribusikan langsung sebagai bantuan kepada para pembudidaya dan mendukung konservasi alam,” Tegas Mulyanto.

Sementara Itu, Mulyanto mengatakan teknologi RAS budidaya ikan hias laut di BBPBL Lampung memiliki beberapa keunggulan antara lain, mampu mempertahankan kualitas air dengan baik, menghemat penggunaan air, meningkatkan tingkat Survival Rate (SR), meningkatkan performa ikan nemo.

Baca Juga :   Menteri Trenggono Lepas Ekspor 243 Ton Produk Perikanan Ke Tiongkok

Mulyanto memaparkan dalam sebulan BBPBL Lampung bisa memproduksi 3.000 ekor ikan hias nemo. Dan sebagian besar benih ikan kami distribusikan ke para pembudidaya, dan ada juga yang kami berikan ke tempat konservasi alam untuk menjaga habitat ikan nemo di alam.

Adapun salah satu penerima bantuan ikan nemo tahun 2022, dari Kelompok konservasi Alam Bawah Laut, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Arif mengaku mendapat bantuan 2.000 ekor benih ikan nemo dari BBPBL Lampung.

Dia mengatakan mendapatkan bantuan benih ikan nemo untuk kegiatan konservasi alam di Carita, Banten. Menurutnya bantuan benih yang diberikan ke BBPBL Lampung sangat baik, dirinya saat ini sedang melakukan pembesaran dan mencocokan dengan anemon untuk kemudian dilepas liarkan di Carita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.