KKP Dorong Budidaya Gracilaria jadi Sumber Devisa Rumput Laut.

oleh -36 views
kkp.go.id

Panennews.com– Sidoarjo merupakan kabupaten yang mempunyai potensi lahan budidaya tambak terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur setelah Kabupaten Gresik.  Dengan potensi lahan budidaya tambak di Kabupaten Sidoarjo sebesar 15.513 hektare. Lahan budidaya tambak terbesar, salah satunya terletak di Kecamatan Jabon. Yang menarik di Kecamatan Jabon mempunyai keunggulan spesifik komoditas rumput laut jenis Glacilaria yang bisa tumbuh dan berkembang di wilayah tambak . Oleh karenanya, Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP), melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) bakal membuat suatu model kampung budidaya rumput laut di Kabupaten Sidoarjo.  Hal ini ditegaskan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu.

Menurutnya, upaya dicanangkannya kampung budidaya rumput laut di Sidoarjo untuk memberdayakan tambak-tambak tradisional yang sudah tidak dapat lagi berproduksi seperti di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon. Maka dari itu, saat ini masyarakat di Kecamatan Jabon secara masif mengembangkan rumput laut jenis Gracilaria. Kurang lebih 99% masyakarat di Kecamatan Jabon berdasarkan informasi yang diperoleh, penghasilan utamanya dari budidaya rumput laut. Dan rumput laut jenis Gracilaria sendiri sangat potensial baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. “Dasar dari ini lah makanya kami mencetuskan untuk membuat kampung budidaya rumput laut di Sidoarjo,” tegas Dirjen yang akrab disapa Tebe ini.

Baca Juga :   Dirjen KSDAE Tandatangani Dua Nota Kesepahaman

Ditambah lagi, kelompok pembudidaya rumput laut di Kecamatan Jabon ini telah banyak yang berhasil mengembangkan budidaya rumput laut jenis Gracilaria. Jenis rumput laut yang biasa disebut “agar-agar” ini bahkan telah berhasil dikembangkan menjadi berbagai jenis varian produk olahan makanan. ”Ini menambah keyakinan kita bersama bahwa program kampung budidaya rumput laut di Kecamatan Jabon nantinya akan bisa berjalan dengan baik,” tambah Tebe.

Adapun rumput laut Gracilaria sendiri merupakan salah satu alga merah penghasil agar-agar dengan kandungan agar yang dapat berfungi sebagai pengental dan pengemulsi makanan, obat-obatan, kosmetik, kertas, dan lainnya. Serta kebutuhan agar dunia terus meningkat setiap tahunnya. “Usaha sangat potensial, ditambah lagi naiknya permintaan produk rumput laut Gracilaria dan dibarengi dengan harga yang tinggi. Tentu saja ini akan memicu masyarakat untuk menggeluti usaha ini,” ujar Tebe.

Bukan itu saja, Gracilaria dapat dibudidayakan secara polikultur, salah satunya dengan ikan bandeng, dibudidayakan dalam 1 tambak, tentunya menjadi nilai tambah bagi pembudidaya. Tambak-tambak idle yang sudah tidak lagi produktif, kita geser menjadi tambak ikan nila salin atau rumput laut. “Kampung budidaya rumput laut ini akan jadi pionir, dan harapannya nanti bisa ditiru oleh kecamatan lainnya,” ujar Tebe lagi.

Baca Juga :   Kawanan Lumba-Lumba Terjaring Kapal Nelayan, KKP Tegaskan Larangan Eksploitasi Mamalia Laut

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus  memberikan dukungan penuh dan pendampingan teknologi agar produk rumput laut yang ada menjadi terus berkualitas serta mempunyai nilai tambah dan bisa optimal ke depan sehingga bisa berkembang juga di desa-desa lainnya. “Kecamatan Jabon sebagai desa sumber devisa rumput laut. Maka dari itu, kami mendukung seperti program permodalan, dan fasilitas pengeringan sehingga bisa di scale up ke desa-desa lainnya. Dan tentunya bukan hanya dalam bentuk raw material namun produk yang memiliki nilai tambah dan nilai di pasar ekspor. Sehingga rumput laut sebagai penyumbang perekonomian di Sidoarjo bisa terwujud.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan pencanangan kampung budidaya rumput laut yang merupakan program terobosan KKP ini diyakini dapat mendukung optimalisasi peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudidaya di daerah. “Saya datang ke Sidoarjo di tempat budidaya rumput laut Gracilaria yang rencananya akan kita jadikan suatu model (budidaya) yang tujuan nya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Menteri Trenggono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.