Ekspor Pupuk diperkirakan Capai USD 13,7 Miliar Hingga Akhir Tahun 2021

oleh -7 views
Pupuk Dok_Kementan
Dok. Kementan

Panennews.com- Kementerian Perdagangan memperkirakan ekspor pupuk hingga akhir tahun 2021 mencapai USD 13,7 miliar. Optimisme ini mengemuka setelah gelaran bertajuk Temu Bisnis ProduK Kimia Nasional yang diselenggarakan secara virtual oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Selasa (6/7).

Direktur Jenderal PEN Didi Sumedi di tempat terpisah menegaskan secara keseluruhan, selama periode 2015—2020, ekspor produk-produk kimia mengalami tren positif, baik dari sisi nilai dan volume. Tren nilai naik 3,2 persen sedangkan tren volume naik 8,2 persen. Sementara, pada periode Januari—April 2021, nilai ekspornya tumbuh signifikan sebesar 38,1 persen.

“Dengan asumsi ekspor bulanan selama delapan bulan (Mei—Desember) sama dengan realisasi selama empat bulan (Januari—April) maka hingga akhir 2021, ekspor produk kimia diperkirakan mencapai USD 13—13,7 miliar atau meningkat sebesar 27,3—33,4 persen dibandingkan tahun 2020,” tegas Didi.

Baca Juga :   Kementan Remajakan RPH Untuk Perkuat Hilirisasi Peternakan

“Walaupun tren ekspor produk kimia Indonesia positif, share mengalami penurunan. Artinya, pangsa pasar Indonesia diambil alih oleh negara pesaing. Karena itu, kegiatan temu bisnis ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya menjangkau akses pasar yang lebih luas agar terwujud peningkatan kinerja ekspor produk kimia nasional,” jelas Marolop.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) Achmad Tossin Sutawikara menjelaskan pupuk merupakan produk yang diawasi ekspornya. Sebab, prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Kendati demikian, ekspor tetap dapat dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari Kementerian Pertanian dan setelah menghitung angka kecukupan dalam negeri.

Baca Juga :   Harga Tahu dan Tempe Sesuaikan Fluktuasi Harga Kedelai Dunia

“Temu bisnis ini sebagai peluang untuk memperluas akses pasar ekspor produk pupuk Indonesia kke pasar global. Kami menyambut baik acara ini sekaligus menunjukkan kesiapan asosiasi untuk membuka dialog dengan calon buyer dan Perwadag di luar negeri,” ungkap Achmad.

Ketua Umum Asosiasi Industri Kimia Khusus Indonesia (AIKKI) Ridwan Adiputra menjelaskan produk kimia khusus saat ini banyak diperlukan oleh industri manufaktur, tidak hanya dalam negeri, tapi juga mancanegara. Ridwan juga berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini sebagai tindak lanjut perluasan akses pasar ekspor produk kimia ke pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.