, ,

KKP Dorong Balai Perikanan Budidaya Jadi Tumpuan Peningkatan Ekspor Perikanan dan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

oleh -25 views
dokumentasi : Humas KKP

Panennews.com- , Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong Balai Perikanan Budidaya untuk jadi salah satu tumpuan peningkatan ekspor kelautan. Melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Menteri KKP menyampaikan sektor kelautan harus.bisa mejadi tumpuan ekonomi masyarakat.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan ada dua terobosan untuk digenjot sektor perikanan budidaya. Pertama, pengembangan perikanan budidaya untuk meningkatkan ekspor dengan.dukungan riset kelautan dan Perikanan. Kedua, pembangunan kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

Oleh karenanya peranan balai sangat diperlukan guna merealisasikan itu semua. Pasalnya balai bersentuhan langsung dengan masyarakat di daerah-daerah.Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangannya saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Tak Kalah Saing, Tepung Jagung Cilegon Ekspor Ke Israel

Salah satunya seperti BBPBAP Jepara, menurut Slamet, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) DJPB harus terus fokus pada kegiatan perekayasaan serta juga harus menjadi bagian dalam pengembangan bisnis sehingga nantinya akan menggerakkan ekonomi masyarakat serta memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono dalam kunjungannya di BBPBAP Jepara menyampaikan peran UPT selain melayani dan mendampingi masyarakat, juga sebagai agent of change serta pemberi solusi dan saat ini UPT juga harus dapat menjadi inkubator sekaligus akselerator bisnis di daerah.

Sementara itu, Slamet menyampaikan guna pencapaian dua terobosan terkait perikanan budidaya tersebut, salah satunya melalui pengembangan pakan mandiri. Dan upaya yang telah dilakukan oleh BBPBAP Jepara lainnya adalah instalasi budidaya maggot yang dikunjungi dan dilihat langsung oleh Menteri Trenggono.

Baca Juga :   Dukung Program PKPM, KKP Rehabilitasi 8,7 Hektare Kawasan Mangrove di Pasuruan

Beberapa keunggulan maggot diantaranya memiliki kandungan protein 40-48% dan lemak 25-32%, produksi maggot tidak membutuhkan air, listrik dan bahan kimia serta infrastruktur yang digunakan relatif sederhana, sehingga teknologi produksi maggot dapat diadopsi dengan mudah oleh masyarakat.

Maggot mempunyai peluang digunakan sebagai bahan baku alternatif pakan ikan dan dapat diproses menjadi tepung maggot (mag meal) sehingga dapat menekan biaya produksi pakan. Selain itu maggot mampu mendegradasi limbah organik menjadi material nutrisi lainnya.

“Bisa dibayangkan jika semua pembudidaya mampu menghasilkan budidaya maggot, maka bukan hanya nilai ekonomi yang didapatkan tapi secara langsung kita berperan dalam penyelamatan bumi dari masalah limbah organik”. Kata Slamet.

Komentar

No More Posts Available.

No more pages to load.