Kementan Salurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar 70 Triliun untuk Wilayah Jawa Timur

oleh -64 views
Dok. Kementan

Panennews.com –  Kementerian Pertanian telah menyiapkan dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar 70 Triliun untuk pengembangan 2.000 hektar tanaman porang dan untuk alpukat pameling. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Pertanian kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Khofifah berkunjung ke kebun Sanari, warga Desa Wonorejo Lawang Kabupaten Malang pada Selasa (30/03).

Porang dan Alpukat Pameling dipilih karena lahan yang tersedia memiliki kemampuan pembibitan alpukay pameling dan bisa dikembangkan secara masif, namun untuk penyusunan perencanaan detailnya masih disipakan oleh Guberjnur Jatim. Kebun yang dimiliki oleh Sanari warga Lawang ini dilihat langsung oleh Khofifah guna mengetahui perkembangan pembibitan alpukat dan porang.

Baca Juga :   Dalam Pertemuan G20, Mentan Dukung Pertanian Afrika Capai Target SDGs

“Untuk tanaman porang rencanya tanggal 6 april mendatang akan disalurkan kredit usaha rakyat dan diluncurkan di Madiun, sedangkan untuk alpukat pameling akan disalurkan ke lima Kabupaten dengan target 2.000 hektar”. Kata Khofifah.

Adapun 5 Kabupaten yang akan menerima KUR yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Malang, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Probolinggo. Sedangkan untuk pembibitan yang dikembangkan baru ada sebanyak 5.000 bibit, untuk satu hektar biasanya 150 bibit maka dibutuhkan lebih masif lagi pembibitannya. Jika satu hektarnya 150 maka dibutuhkan lebih masif pembibitan.

Baca Juga :   Genta Organik di Lombok Barat Solusi Atasi Pupuk Mahal

Selain itu, Khofifah menyampaikan keistimewaan alpukat pameling pertama alpukat ini buahnya segar, jika sudah matang satu buah besar beratnya bisa mencapai 3 kg lebih selain itu alpukat pameling daging buahnya tebal seperti alpukat mentega. Selain itu Gubernur Jatim juga menambahkan bahwa alpukat pameling ini rasanya enal sekali.

“Saya mengembangkan alpukat pameling ini karena terinspirasi dan belajar dari majalah trubus dan ternyata setelah kita tanam menghasilkan pameling yang unggul, sedangkan untuk waktu berbuahnya kita membutuhkan waktu 3 tahun untuk berbuah dan panennya sekitar 7 bulan”. Kata Sanari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.