Perdana, Sirup Fruktosa Jagung Asal Cilegon Diekspor ke Vietnam

oleh -2 views
Kementan 28032021
Dok. Kementan

Panennews.com – Sejalan dengan upaya peningkatan ekspor produk pertanian dalam program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menambah ragam komoditas ekspor dengan cara mengolah bahan mentah menjadi produk baru yang bernilai lebih.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Cilegon melakukan pemeriksaan pada komoditas high fructose corn syrup (HFCS) atau sirup fruktosa jagung tujuan Vietnam, untuk pertama kalinya.

“Kami memberikan apresisasi tinggi kepada eksportir atas inovasi produk turunan jagung yang berbuah ekspor. Selain mendatangkan nilai lebih juga menambah ragam komoditas ekspor dari wilayah Cilegon,” kata Kepala Karantina Pertanian Cilegon melalui keterangan tertulisnya, Selasa (23/3).

Arum menyebutkan sirup fruktosa ini merupakan produk dari industri pengolahan jagung PT. TFI yang ada di Cilegon.

Volume pada ekspor perdana kali ini sebanyak 430 ton dengan nilai Rp. 2,3 miliar dan direncanakan akan diberangkatkan ke Vietnam hari Jumat tanggal 26 Maret mendatang.

Baca Juga :   3 Provinsi Penghasil Cengkeh Terbanyak di Indonesia

Masih menurut Arum selain sirup fluktosa, industri tersebut juga telah rutin mengekspor produk turunan jagung lainnya, seperti tepung jagung, maltodektrine, corn germ, corn gluten feed dan corn gluten meal.

Secara teknis, Sub Koordinator Karantina Tumbuhan Karantina Pertanina Cilegon, Heppy Diati menjelaskan bahwa melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap organisme tumbuhan pengganggu sesuai dengan standar operasiona prosedur serta memastikan jaminan mutu produk yang dilakukan dalam serangkaian tindakan karantina tumbuhan.

“Untuk komoditas ekspor baru ini negara tujuan yakni Vietnam mempersyaratkan dokumen Phytosanitari Certificate atau biasa disebut PC, sedangkan untuk target penyakit tumbuhan tidak ada karena produk masuk dalam resiko yang rendah sebagai media pembawa penyakit tumbuhan”, ujar Heppy

Baca Juga :   Ini Dia 3 Provinsi Produksi Kacang Tanah Terbesar di Indonesia

Maya Devi, Sales dan Marketing Director PT. TFI mengatakan ekspor perdana sirup fruktosa ini merupakan jawaban dari rencana perusahaan di tahun 2020 lalu. Diversifikasi produk ini dilakukan untuk memenuhi margin keuntungan dan melihat potensi pasar yang masih terbuka.

“Untuk kedepan ekspor sirup fruktosa ini akan menjadi ekspor rutin dari perusahaan, kami juga merencanakan untuk mencari pasar baru dari Negara lain dan semoga Karantina Pertanian Cilegon selalu mendampingi dalam setiap proses ekspor yang nantinya kami lakukan, ” tambah Maya

Sebagai informasi, Maya menjelaskan sirup jagung tinggi fruktosa atau high fructose corn syrup (HFCS) dalam bahasa Inggris ini merupakan pemanis buatan yang merupakan produk turunan jagung. Sirup jagung tinggi fruktosa ini banyak digunakan sebagai pemanis buatan dalam makanan olahan atau minuman kemasan.

Komentar