Meningkat Signifikan, Ekspor Bunga Krisan Sumut ke Jepang

oleh -11 views
Bunga Krisan
Dok. Kementan

Panennews.com – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mencatat adanya lonjakan ekspor komoditas sub sektor hortikultura asal Sumatera Utara (Sumut) berupa bunga hias, Krisan yang signifikan hingga minggu ke-3 Februari 2021.

Sistem perkarantinaan, IQFAST Barantan mencatat sebanyak 190 ribu batang bunga Krisan (Dendranthema lavandulifolium) senilat Rp. 851,7 juta dengan empat kali pengiriman berhasil di ekspor ke Jepang. Sementara untuk komoditas sama di tahun 2020 sebanyak 25 ribu dengan nilai Rp. 104,5 juta rupiah saja.

“Kami menyiapkan percepatan layanan fasilitasi karantina untuk ekspor bunga krisan yang jumlahnya melonjak di awal tahun 2021. Pemeriksaan dilakukan di gudang pemilik agar komoditas dapat langsung diberangkatkan saat tiba di pelabuhan laut,” kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi PM Yusmanto melalui keterangan tertulisnya, Senin (22/02).

Baca Juga :   Mentan SYL Pastikan Persyaratan Ekspor Produk Pertanian ke Tujuh Negara Terpenuhi

Menurut Yusmanto, pihaknya selaku koordinator upaya peningkatan ekspor pertanian di Sumut selain melakukan percepatan layanan pada proses bisnis agar komoditas dapat diterima di negara tujuan, juga memberikan bimbingan teknis bagi para petani dan pelaku usaha.

“Bimtek dilakukan dengan pendekatan komoditas, harapannya semua produk unggulan ini dapat bersaing di pasar ekspor,” tuturnya.

Secara teknis, Yusmanto menjabarkan bahwa bunga krisan harus dikemas dengan cara dan standar negara tujuan. Dan agar tetap segar, komoditas dikirim dengan menggunakan peti kemas berpendingin atau reefer (refrigerated container, red).

Baca Juga :   Dua Menteri Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp 220,4 Miliar

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah harus bebas dari serangga hidup dan nematoda berjenis Radopholus similis, jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.