Sekjen Komunitas Petani : Harus Ada Cara-cara Efesien Dalam Penanaman Jagung

oleh -424 views
Mangontang Simanjuntak
Sekjen MPS, Mangontang Simanjuntak - Foto : Panen News

Panennews.com – Sekjen Komunitas Mari Sejahterakan Petani (MSP), Ir. Mangontang Simanjuntak, menghimbau kepada para petani, khususnya petani jagung agar menerapkan sistem pertanian jagung yang efektif dan efesien. Hal tersebut dinyatakan Mangontang saat ditemui Panen News di perkebunan jagung miliknya di Desa Sukajadi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Minggu (29/11/2020).

Mangontang menjelaskan bahwa untuk menekan biaya produksi yang tinggi, sebaiknya petani mengadopsi sistem pengelolaan penanaman jagung yang efesien.

Salah satu caranya, lanjut Mangontang, yaitu dengan pemanfaatan batang-batang jagung yang digunakan untuk pakan ternak pasca panen. Sehingga tidak terjadi pembakaran batang jagung setelah panen yang dapat menimbulkan polusi udara.

Baca Juga :   5 Perbedaan Kopi Arabika Dan Robusta Yang Harus Kamu Tahu

“Batang-batang jagung sisa panen biasanya kita fermentasi yang dapat menjadi pakan kering untuk ternak seperti sapi dan domba”. Jelasnya.

Adapun pada aspek kesuburan tanah, Mangontang menyarankan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Alternatif lainnya yaitu penggunaan pupuk organik yang didapat dari kotoran ternak. Sehingga sirkulasi antara pakan ternak yang didapat dari batang jagung dan kotoran ternak dapat menjadi sebuah solusi untuk kesuburan tanah.

“Setiap budidaya jagung yang saya lakukan hanya menggunakan maksimum 50 persen pupuk kimia. Pengurangan pupuk kimia ini nantinya dapat memperbaiki kualitas lahan dalam jangka panjang” Kata Mangontang.

Selain itu, menurutnya, penggunaan benih bibit komposit juga dapat menekan biaya produksi. Alumni IPB ini juga menjelaskan bahwa harga bibit hibrida cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan bibit komposit yang dapat diproduksi sendiri.

Baca Juga :   Jangan Remehkan Daun Pepaya, Manfaatnya Sangat Banyak

“Saya tidak anti-hibrida tetapi melihat dari pada tingkat produktifitasnya secara ekonomis maka harus ada cara efesien, yaitu penggunaan bibit komposit”. Akunya.

Lebih lanjut Mangontang juga menyoroti bahwa sumber protein yang cukup baik untuk pakan ternak bisa didapat dari jagung. Menurutnya biji jagung masih layak dijadikan sumber protein yang baik untuk pakan ternak.

“Harus kita akui bahwa biji jagung masih layak dijadikan pakan dan sumber protein pada ternak”. Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.