Menteri SYL Dua Kali Lepas Ekspor Dalam Sehari, Hadirkan Efisiensi Berusaha Di Tengah Pandemi

oleh -105 views
Dok. Kementan
Dok. Kementan

Panennews.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor 26 ton briket arang kelapa ke negara tujuan UMM QASR, Irak. Selain itu, dalam rangka hari perkebunan ke-63, secara virtual serentak di 22 UPT di lepas 10 ragam komoditas perkebunan dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 1,68 triliun.

“Hari ini saya bersama Gubernur Jawa Barat ditemani Bapak Bupati Tangerang serta jajaran eselon 1 Kementerian Pertanian dan eksportir, kita hari ini tidak lain adalah mencoba melakukan optimalisasi berbagai produk sektor pertanian di Indonesia,”ucap Mentan Syahrul setelah melepas ekspor di kawasan Scientia Square Park, Tangerang, Banten, Kamis(10/12/20).

Mentan Syahrul menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong untuk akselerasi ekspor sektor pertanian ke beberapa negara yang ada. Hal ini sesuai dengan perintah dan arahan Presiden RI Joko Widodo, dimana pemulihan ekonomi menjadi prioritas di tengah pandemi Covid 19 yang masih terjadi di seluruh dunia.

Baca Juga :   Kementan Sebut Ada 140 Importir Bawang Putih Sudah Mendapat RIPH

“Kita berharap dengan ekspor yang ada mampu memperkuat perekonomian kita dimasa yang akan datang khususnya dalam suasana Covid -19,”ujar Syahrul.

Lebih lanjut, Mentan mengatakan pada masa pandemi Covid-19, akselerasi ekspor Indonesia sektor pertanian cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari peningkatan kontribusi pada produk domestik bruto (PDB) triwulan III yang meningkat sebesar 571,87 triliun rupiah atau 14,68 persen.

Salah satu penopang utama pertumbuhan positif PDB sektor pertanian ialah subsektor perkebunan dengan kontribusi pada triwulan III sebesar 163 49 triliun rupiah atau 28,59 persen.

Baca Juga :   Data BPS Bulan Oktober, Ekspor Sektor Pertanian YoY Tumbuh 23,8 Persen

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan produk yang diekspor secara simbolis sebagian berasal dari Provinsi Jawa Barat yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi sehingga dapat di tanami banyak komoditas pertanian.

“Yang kami banggakan ternyata semua bagian pohon kelapa memiliki nilai ekonomi. Batang kelapa bisa digunakan sebagai tiang rumah, buahnya atau airnya bahkan temburungnya juga selain untuk kerajinan ternyata di Timur Tengah dibutuhkan sebagai produk untuk gaya hidup,”ucap Ridwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.