KKP Bersama GEF-6 Luncurkan Program CFI-ICP di Indonesia Timur

oleh -34 views
Dok. KKP
Dok. KKP

Panennews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Global Environmental Facility (GEF) – 6 meluncurkan program Coastal Fisheries Initiative – Indonesia Child Project (CFI-ICP) di Indonesia Timur di Bogor pada tanggal 1 Desember 2020 lalu. Program tersebut dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 715, 717 dan 718.

Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Muhammad Zaini menjelaskan pelaksanaan program ini merupakan implementasi dari Grant Agreement antara KKP dengan WWF-US GEF Agency yang ditandatangani pada tanggal 23 Desember 2019. Dukungan yang diberikan berupa pendanaan implementasi pengelolaan perikanan berkelanjutan melalui CFI-ICP. Adapun nilai hibah yang diterima sebesar 7,37 juta USD dengan jangka waktu pelaksanaan 5 tahun hingga tahun 2025.

Baca Juga :   Hari Kedua di NTB, Presiden Akan Tanam Pohon dan Bertolak ke Papua

“Proyek ini akan mengaplikasikan pengelolaan perikanan melalui pendekatan ekosistem secara menyeluruh di tiga WPPNRI. Adapun lokasi percontohannya di Kabupaten Seram Timur untuk WPPNRI 715 dengan komoditas utama kakap dan kerapu, Kabupaten Teluk Wondama di WPPNRI 717 dengan komoditas ikan pelagis kecil, serta Kabupaten Maluku Tenggara di WPPNRI 718 dengan komoditas kakap, kerapu, udang dan kepiting bakau,” jelasnya, Jumat (04/12).

Ia menegaskan ada enam aspek yang meliputi kelestarian sumber daya ikan, habitat dan ekosistem, teknik penangkapan ikan, sosial, ekonomi, serta kelembagaan dalam melaksanakan program tersebut. Tujuannya untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan dilihat dari sisi lingkungan termasuk manfaat sosial ekonominya serta menunjukkan model pengelolaan perikanan pesisir yang efektif, terintegrasi, berkelanjutan dan replikatif, melalui tata kelola yang baik dan pemberian insentif yang efektif.

Baca Juga :   Penataan Ruang Laut Berkelanjutan Instrumen Penting Pengembangan Ekonomi Biru

“Tata kelola sumber daya ikan yang berkelanjutan ini kita lakukan melalui pengaturan pemanfaatan perikanan, salah satunya melalui penyusunan harvest strategy, perbaikan habitat dan ekosistem, pengunaan alat tangkap ramah lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat dan pemberian alternatif mata pencaharian untuk masyarakat,” imbuh Zaini.

Ia mengatakan kegiatan ini akan melibatkan semua stakeholders terkait yang ada di masing-masing lokasi percontohan. Tidak hanya masyarakat perikanan juga pemerintah daerah, akademisi serta organisasi masyarakat. Sehingga tidak hanya keberlanjutan sumber daya ikan yang tercapai namun juga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat perikanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.