Kenali Cara Budidaya Kacang Tanah Secara Organik

oleh -7 views
Kacang Tanah
Foto : Istockphoto

Panennews.com – Kacang tanah merupakan sebagai salah satu tanaman yang cukup favorit sebagai panganan cemilan. Di Indonesia sendiri kacang dengan nama latin Arachis hypogaea ini merupakan tanaman kedua yang paling banyak ditanam setelah padi. Selain itu, tanaman ini juga biasanya sebagai tanaman sela atau tumpang sari.

Untuk menanam jenis tanaman ini memang dibutuhkan tanah dengan ketinggian 50-500 mdpl. Adapun daerah yang cocok untuk jenis kacang ini yaitu dengan intensitas curah hujan yang sedang. Adapun kontur tanahnya akan lebih efektif pada jenis tanah yang gembur serta mempunyai idealnya mempunyai tingkat  pH berkisar 5 – 6.3.

Sementara itu, untuk proses penanaman kacang tanah secara organik, mengutip dari laman Cybex Kementrian Pertanian bahwa langkah awal yang harus dilakukanyaitu dengan menggemburkan tanah terlebih dahulu. cara dapat dibajak hingga menjadi butiran halus. Kemudian tambahkan kapur sebanyak 2 ton per hektar. Campurkan secara merata dengan tanah yang telah dibajak, diamkan selama 2 hari.

Gunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar. Apabila tersedia, gunakan campuran pupuk kandang dari kotoran ayam dengan kotoran kambing atau sapi. Campurkan dengan tanah secara merata. Budidaya kacang tanah bisa dilakukan dengan bedengan atau tanpa bedengan. Bedengan diperlukan apabila lahan yang digunakan rawan tergenang air. Drainase yang baik diperlukan untuk menjaga kesehatan tanaman.

Sementara itu, untuk proses perawatannya ketika berumur 20 – 75 hari atau saat tanaman kacang berbunga yaitu dengan pemberian pupuk tambahan. Ada baiknya untuk memberikan pupuk yang mengandung posfor. Setelah itu dapat dilakukan penyiangan dan pembubunan tanah sehingga menutupi akar, batang dan daun bagian bawahnya. Hal ini bertujuan untuk memperbanyak biji.

Adapun pengendalian pada hama dapat dilakukan dengan cara pengolahan tanah dengan baik. Selain itu, penggunaan penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman. Tanaman berpenyakit dicabut, dibuang dan dimusnahkan, sanitasi lingkungan dan menanam varietas tanaman yang tahan penyakit.

Komentar