Food Estate, Plt. Gubernur Kalteng Kunjungi Lolit Sapi Potong Grati

oleh -26 views
Loka Penelitian Sapi Pasuruan
Plt. Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya Dalam Kuker di Pasuruan (19/11/2020)

Panennews.com – Plt. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Habib Ismail Bin Yahya melakukan kunjungan kerja ke Loka Penelitian (Lolit) Sapi Potong Grati di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Kamis (19/11/2020).

Kalteng sendiri merupakan salah satu model percontohan Program Food Estate yang dicanangkan oleh pemerintah dalam pengembangan di sektor pangan. Sektor tersebut meliputi pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Plt, Gubernur Kalterng menjelaskan bahwa untuk menunjang Program Food Estate tersebut, tentunya perlu masukan-masukan, informasi serta pengetahuan terutama mengenai pengembangan sapi.

Baca Juga :   Meningkat Tajam, Karantina Pertanian Batam Pastikan Hewan Kurban Sehat

“Untuk menunjang food estate di Kalteng yang bukan hanya mencakup pertanian tetapi juga hortikultura dan peternakan. Tentunya kami perlu tambahan-tambahan informasi dan juga menggali ilmu pengetahuan tentang pengembangan sapi potong yang disertai dengan teknologi”, ucap Habib Ismail Bin Yahya sepeti yang dikuti dari laman mmc.kalteng.go.id.

Menurutnya lolit sapi potong Grati di Pasuruan merupakan satu-satunya satu-satunya peternakan sapi potong terbesar di Indonesia dan produknya sudah dikirim ke banyak daerah di seluruh Indonesia. Lebih lanjut, Habib mengharapkan kedepannya ada kerjasama untuk pengembangan sapi antara peternakan sapi di Kalteng dengan Loka Penelitian Sapi Potong Grati yang berada di Jawa Timur tersebut.

Baca Juga :   Mengenal Karakteristik Unik Sapi Brahman

Plt. Gubernur juga menuturkan pengetahuan mengenai pengembangan sapi di Loka Penelitian Sapi Potong Grati Kabupaten Pasuruan akan diimplementasikan di peternakan sapi di Kalteng.

“Nanti akan kami sebarkan kepada seluruh masyarakat Kalteng bagaimana cara mengelola sapi yang bagus dan juga bisa menghasilkan dengan harapan bisa mengangkat derajat ekonomi masyarakat khususnya masyarakat di Kalteng” Pungkasnya.

Komentar