Kukuhkan Penyuluh Perikanan, KKP Ingin Kembangkan Ke Teknologi Digital

oleh -50 views
Dok. KKP
Dok. KKP

Panennews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) mengukuhkan 950 penyuluh perikanan swadaya (PPS) dari 130 kab/kota di 32 provinsi. Kegiatan PPS Tahap II Tahun 2020 ini diselenggarakan di  Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (27/10). Sebelumnya, KKP telah menetapkan 421 orang PPS dari 70 kab./kota di 18 Provinsi di bulan Juli 2020.

Penyuluh perikanan swadaya (PPS) merupakan kelompok pelaku utama kelas madya dan utama serta Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) yang telah berhasil menjalankan usahanya.

Dengan percontohan langsung kepada masyarakat, PPS diharapkan dapat memperkuat pendampingan terhadap pembudidaya ikan, nelayan, pengolah/pemasar ikan, dan petambak garam di lapangan.

Baca Juga :   Mengenal Sistem Aquaponik, Solusi Menanam Tanaman Pada Lahan Terbatas

“Mari kita sekarang membangun komunitas. Mari para penyuluh perikanan swadaya kini jadi motor di desa masing-masing,” Ujar Kepala BRSDM KKP, Sjarief Widjaja.

Sjarief menyebut, ke depannya kegiatan penyuluhan akan terus dikembangkan menggunakan teknologi digital. Pasalnya selain berorientasi pada produktivitas, kinerja penyuluh perikanan harus mengedepankan efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan tugas dan capaian target di lapangan. Penguatan SDM yang berbasis 4.0 dan 5.0 pun menjadi syarat mutlak.

Ia mencontohkan, percepatan digitalisasi di bidang pelatihan kelautan dan perikanan yang dilakukan dibawah Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslaltuh KP) selama pandemi Covid-19 telah membuahkan hasil yang luar biasa. Kini, pelatihan dapat dirasakan oleh jauh lebih banyak masyarakat.

Baca Juga :   Ketahui Jenis-Jenis Ikan Parrot, Dengan Ciri Beserta Harganya

“Kalau dulu itu ditargetkan kita hanya melatih 1.500 orang satu Indonesia per tahunnya, ternyata sekarang sejak pandemi kita bisa melatih hingga 47.000 orang pada bulan Januari-Oktober 2020 ini. Jadi ternyata dengan menggunakan teknologi, kita bisa memperbanyak layanan kita,” ungkapnya.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa kedepannya kegiatan penyuluhan juga akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.