Jurus KKP Tingkatkan Penggunaan Pakan Mandiri Bagi Pembudidaya Ikan

oleh -12 views
Dok. KKP
Dok. KKP

Panennews.com – Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) menjadi program prioritas Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi pembiayaan pakan dalam usaha budidaya ikan. Oleh karena itu, KKP terus mendorong penggunaan pakan mandiri bagi pembudidaya di Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menjelaskan bahwa pakan mandiri sangat membantu pembudidaya ikan khususnya pembudidaya skala kecil di Indonesia karena seperti yang diketahui bahwa biaya untuk pembelian pakan cukup tinggi yaitu 60% hingga 70% dari biaya produksi.

“Kehadiran pakan mandiri bagi pembudidaya ikan memberikan efek positif karena menambah keuntungan pembudidaya hingga 2 – 3 kali lipatnya atau tumbuh pada kisaran Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu per kg hasil produksi. Penggunaan pakan mandiri ini mampu menekan biaya produksi budidaya minimal 30%”, ujar Slamet.

Menurut Slamet, pakan mandiri harganya terjangkau dengan kualitas yang kompetitif bila dibandingkan dengan pakan pabrikan. “Kita pastikan pakan mandiri ini dibuat melalui penerapan prinsip-prinsip Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB), sehingga hasilnya akan selalu dipercaya masyarakat dan terus semakin berkembang di tengah-tengah pembudidaya ikan di Indonesia”, sambungnya.

Lalu, kata Slamet, jika pakan ikan murah kemudian kualitasnya bagus, maka pembudidaya semakin berdaya dan ekonomi mereka semakin meningkat pula, sehingga ini akan meningkatkan animo pembudidaya untuk menggunakan pakan mandiri.

Slamet mengungkapkan langkah-langkah strategi KKP agar pakan mandiri dapat berhasil dan semakin berkembang di tengah-tengah masyarakat pembudidaya ikan di Indonesia.

“Pertama yaitu penyaluran bantuan sarana dan prasarana pakan mandiri seperti bantuan mesin penepung kapasitas 100-200 kg/jam dan mesin pencetak tenggelam dengan kapasitas 100-200 kg/jam, serta mesin pencetak apung dengan kapasitas 50-100 kg/jam dan bahan baku pakan. Kita berikan agar kelompok pembudidaya ikan mampu untuk memproduksi pakan secara mandiri”, ujar Slamet.

“Tahun 2019, penyaluran bantuan mesin dan bahan baku pakan sudah terdistribusi sebanyak 55 paket yang tersebar di 20 Provinsi dan 42 Kabupaten/Kota”, kata Slamet.

Komentar