Wagub NTT: Mentan Syahrul Bakar Semangat Para Petani

oleh -66 views
Dok. Kementan
Dok. Kementan

Panennews.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Sodan menyambut datangnya rombongan Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo dalam memantau persiapan food estate di wilayah Tana Waikenena Loku Waikalala, Desa Umbul Pabal, Kecamatan Umbu Rato Nggai, Sumba Tengah, Selasa, 22 September 2020.

Dalam sambutannya, Josef yang didampingi para kepala dinas dan bupati ini mengatakan bahwa kehadiran Mentan merupakan modal awal sekaligus modal kuat untuk membangkitkan semangat rakyat NTT dalam melakukan pembangunan pertanian.

“Kehadiran pak menteri diharapkan mampu merubah peradaban lama untuk perbaikan pertanian ke depan, khususnya bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Baca Juga :   Meski Harga Anjlok, Petani Lampung Barat Tetap Tanam Tomat

Josef mengatakan, upaya pembangunan pertanian di NTT dibuktikan Kementan dengan hadirnya berbagai bantuan berupa bibit, benih dan alat mesin pertanian (alsintan). Kementan bahkan langsung melakukan penanaman jagung di lahan-lahan pertanian yang ada.

“Pak menteri jauh jauh dari Jakarta untuk membakar semangat rakyat NTT. Ini harus kita sambut dengan menghidupkan pertanian yang ada menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Sebagai informasi, luas wilayah Sumba Tengah mencapai 186.918 hektare yang terbagi pada 6 Kecamatan dan 65 Desa. Dari luasan tersebut, 7.601 diantaranya adalah hamparan sawah. Sedangkan sisanya merupakan lahan non sawah seperti perkebunan dan peternakan.

Baca Juga :   Ketahanan Pangan Nasional, Petani NTB Didorong Maksimalkan Pematang Sawah

“Dengan lahan yang ada, kami optimis bahwa semua yang bergerak di sektor pertanian memiliki potensi besar dalam kemajuan ekonomi NTT dan nasional,” katanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyambut baik semangat dan tekad para petani Sumba dalam meningkatkan produksi pertanian. Bahkan ia mendorong Provinsi tersebut menjadi wilayah pengekspor jagung dengan kualitas jauh diatas rata-rata.

“Untuk itu, kami (Kementan) memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen, serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR), pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.