Perkutut Jawa, Sang Pembawa ‘Keberuntungan’

oleh -10 views
Perkutut Jawa
Foto : Istockphoto

Panennews.com – Perkutut Jawa adalah salah satu hewan yang dianggap memiliki derajat tinggi dibandingkan hewan lainnya, menurut kepercayaan kebudayaan Jawa. Tak heran jika banyak orang yang memeliharanya di pekarangan rumah.

Hewan bernama latin Geopelia striata ini masih bersaudara dekat dengan burung Derkuku. Hewan yang masuk dalam spesies Columbidae, genus Geopelia hidup pada alam bebas sebagai pemakan biji-bijian. Namun, mereka terkadang juga memakan serangga kecil.

Burung ini berukuran sekitar 21 cm, termasuk burung kecil dengan bentuk tubuh ramping serta ekor yang panjang. Mereka hidup dalam kelompok kecil atau berpasangan serta mencari makan pada bagian permukaan tanah. Mereka biasanya berkumpul pada sumber air.

Baca Juga :   Cara Menghindari Penyakit Cacing Hati Pada Sapi Potong

Masa kawin perkutut terjadi antara Januari hingga September. Selama masa kawin, betina bertelur sebanyak 2 hingga 3 kali dengan 2 telur/masa kawin. Telur dierami bergantian oleh induk betina dan jantan selama 2 minggu. Indukan juga tetap menemani anakan hingga bulu mereka tumbuh.

Habitat asli hewan ini adalah tepian hutan, ladang, serta sawah dengan ketinggian maksimal 900 mdpl. Sebaran perkutut di Indonesia antara lain Sumatra, Jawa, Bali, dan Lombok. Namun masih dapat ditemui pada beberapa negara Asia Tenggara, seperti Filipina, Thailand, serta Semenanjung Malaysia.

Baca Juga :   Ragam Pakan untuk Bebek Sesuai Kebutuhan

Mitos beredar bahwa ketika memelihara perkutut harus dalam jumlah ganjil. Namun belum terdapat alasan ilmiah yang mampu menjelaskannya.

Komentar