Perempuan Tani Banten Apresiasi Perhatian Pemprov Banten di Bidang Pertanian

oleh -62 views
Lindra Octora
Lindra Octora - Foto : Dok. Istimewa

Panennews.com –  Ketua umum Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Banten Lindra Octora S.Ikom memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang memliki perhatian khusus di bidang pertanian mulai dari kegiatan pelatihan hingga sektor produksi.

Diungkapkan Lindra, banyak komoditas pertanian yang menjadi unggulan di Banten dan penyebaran produksinya di kirim ke berbagai daerah di Indonesia. “Yang terkenal sebagai komoditas ungulan provinsi Banten seperti Beras dari kabubaten Serang dan Kopi dari Pandenglang,” katanya.

Menurut Lindra, saat ini Banten mengalami kemajuan signifikat di bidang pertanian namun harus ada peningkatan produksi pertanian. Khususnya di bidang teknologi dan regenerasi petani milenial karena pertanian merupakan salah satu aspek besar dalam pendapatan daerah. “Hal ini harus ada inovasi yang besar menuju indonesia emas di bidang pertanian,”terangnya.

Baca Juga :   Apa itu Geomembrane, Solusi Peningkatan Produktivitas Garam

Selama ini HKTI terutama Perempuan Tani HKTI Banten fokus pada pembedayaan pertanian dengan pelatihan dan penyuluhan para petani di Banten. Selain itu perempuan tani HKTI Banten juga fokus terhadap peningkatan produktifitas pertanian dengan membina pengusaha mikro. “Jadi yang kami perhatikan selain hulu pertanian adalah di sisi hilirnya,”ujar Lindra.

Sementara itu agar produktifitas pertanian di Banten semakin di minati, Perempuan Tani HKTI Banten mengemas hasil pertanian secara baik sehinga lebih menarik dan cocok untuk pangsa pasarnya.

Baca Juga :   Bawang Putih, Bumbu Dapur yang Paling Banyak Digunakan Masyarakat

Diberikan pula pelatihan bagi kelompok milenial untuk berbisnis di bidang pertanian baik itu mengolah hasil pertanian mejadi lebih baik hingga upaya meningkatkan penjualannya. “Anak anak milenial tidak harus menjadi petani tapi juga bisa berperan di dalam pengembangan hasil produksi pertanian,” tukas Lindra.

Komentar