Mindo Sianipar : Gotong-royong Kunci Sukses Di Era New Normal

oleh -489 views
Mindo Sianipar
Foto : Dok. Istimewa

Panennews.com – Anggota DPR Komisi IV Fraksi PDIP Mindo Sianipar menilai kunci sukses dunia pertanian dalam menghadapi new normal saat ini adalah dengan cara gotong-royong.

Ia mengungkapkan bahwa saatnya pemerintah melakukan recovery ekonomi yang berbasiskan pada bidang pangan. Salah satunya yaitu dengan cara mengoptimalkan lahan-lahan persawahan di desa.

Lebih lanjut, Mindo juga mengharapkan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menghimbau dan mengarahkan masyarakat untuk terus menanam apa saja yang dapat dikonsumsi. Hal ini akan membantu serta mendorong kemampuan produksi pangan nasional.

“Pemerintah mengarahkan masyarakat untuk gotong-royong, sekali lagi kuncinya bergotong-royong” ungkapnya, saat wawancara dengan Panen News (7/7) di ruang kerjanya, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Baca Juga :   Genjot Ekspor, Bea Cukai Maumere dan Pemerintah Kabupaten Ngada Siap Berkolaborasi

Selain itu, Mindo juga mengharapkan peran Bulog dalam mengantisipasi kelangkaan pangan. Jika hal itu terjadi, maka pemerintah harus menjajaki terlebih dahulu negara mana yang siap untuk dapat mengekspor pangan ke Indonesia.

Ia menilai bahwa disaat kondisi kelangkaan pangan yang melanda banyak negara karena produktivitasnya menurun karena pandemi Covid-19, maka cenderung akan memikirkan untuk konsumsi negaranya sendiri.

“Saya yakin Bulog sudah berpikir juga ke arah sana, mungkin saja tidak terekspos” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Mindo, di desa masih mempunyai alat produksi pangan, yaitu lahan dan sawah. Serta di desa masih punya kemampuan untuk memproduksi pangan.

Baca Juga :   UMY Kembangkan Padi Tahan Banjir

Menurutnya, yang terbaik adalah Pemerintah Daerah mulai mengintegrasikan dan mengarahkan berbagai kelompok tani di desa untuk lebih produktif lagi.

Mindo juga menilai bahwa pentingnya nilai tambah bagi petani. Saat ini seharusnya petani mulai dikembangkan ke berbagai sektor potensial lainnya.

Hal ini dapat dikembangkan kepada sektor peternakan maupun budidaya. Seperti menjual ayam, domba, maupun telur, sehingga akan mengurangi ongkos logistik yang tinggi.

“Dengan demikian juga nanti logistic cost yang selama ini cukup tinggi di dalam desa maupun antar desa menjadi jauh turun” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.