Mengenal Budidaya Semut Rangrang

oleh -14 views
Semut Rangrang
Foto : Getty Images

Panennews.com – Budidaya semut rangrang (oechophyla smaragdin) merupakan usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya usaha di bidang ikan hias dan burung. Selain itu, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh terbatasnya persediaan semut rangrang di alam bebas.

Semut rangrang merupakan semut yang banyak ditemukan di Indonesia. Jenis semut ini hidup secara berkoloni. Semut rangrang dapat menghasilkan kroto yang digunakan sebagai pakan burung dan umpan ikan sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Budidaya adalah cara pemeliharaan yang tepat untuk membuat semut rangrang menghasilkan kroto dalam jumlah banyak  secara terus menerus. Budidaya membuat semut rangrang hidup dalam sarang buatan. Sarang buatan dapat dibuat secara mandiri dari bahan di sekitar kita.

Baca Juga :   Ibis Karau, Burung Lahan Basah dari Tepi Sungai Mahakam

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam budidaya ini adalah penyiapan bibit koloni semut rangrang. Cara untuk mendapatkan bibit koloni semut rangrang adalah melalui tangkapan secara bebas di alam. Selain itu, dapat juga membeli dari pembudidaya lain.

Tahap kedua setelah penyiapan bibit adalah pembuatan sarang buatan. Sarang buatan dapat dibuat dari bahan paralon. Paralon dipotong sama panjang, disusun dalam rak, dan ditempatkan di area tenang yang jauh dari gangguan.

Tahap ketiga adalah meletakkan koloni semut rangrang pada paralon yang sudah disusun pada rak. Setelah itu, koloni semut rangrang diberikan pakan berupa sumber protein dan gula. Tahap terakhir adalah proses memanen kroto setiap 15-20 hari sekali.

Baca Juga :   Mengenal Burung Tledekan dan Karakteristiknya

Budidaya semut rangrang jika dilakukan dengan baik dan serius dapat memberikan keuntungan yang sangat besar bagi pelaku usaha. Dengan memanfaatkan teknologi seperti sekarang, usaha di bidang ini akan mampu menjangkau berbagai konsumen di seluruh Indonesia.

Komentar